Layanan Kepegawaian Makin Dekat, BKPSDM Banyumas Hadirkan “Jempol Serasi”

  • 21 Jun 2026 21:27 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Upaya mendekatkan layanan kepegawaian kepada aparatur sipil negara (ASN) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), layanan kepegawaian kini hadir langsung ke wilayah kecamatan melalui program Jemput Bola Serap Aspirasi (Jempol Serasi) yang dilaksanakan sepanjang tahun 2026.

Kepala BKPSDM Kabupaten Banyumas, Eko Prijanto, mengatakan program tersebut merupakan inovasi pelayanan yang bertujuan mempermudah ASN dalam mengakses berbagai layanan kepegawaian secara lebih dekat, cepat, dan terintegrasi.

“Ini merupakan upaya kami untuk mendekatkan pelayanan sekaligus memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai manajemen kepegawaian kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas,” ujar Eko, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, kegiatan Jempol Serasi dilaksanakan secara bertahap dengan menjangkau berbagai kecamatan di Kabupaten Banyumas. Dengan pola jemput bola ini, ASN dapat memperoleh informasi dan layanan kepegawaian secara langsung tanpa harus datang ke kantor BKPSDM.

Eko mengungkapkan masih banyak ASN yang belum memahami secara menyeluruh berbagai regulasi dan layanan kepegawaian. Karena itu, selain memberikan sosialisasi, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk berdiskusi dan menampung aspirasi maupun berbagai persoalan yang dihadapi ASN di lapangan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan para ASN. Selain memberikan informasi terkait layanan kepegawaian, kami juga membuka ruang dialog untuk mendengar masukan serta berbagai kendala yang mereka hadapi,” tuturnya.

Dalam setiap pelaksanaannya, Eko didampingi para kepala bidang dan sejumlah pegawai BKPSDM hadir langsung untuk memberikan penjelasan sekaligus berdialog dengan peserta. Berbagai materi yang disampaikan meliputi kenaikan pangkat, mutasi dan promosi jabatan, pengembangan kompetensi ASN, pembaruan data melalui aplikasi MyASN, pengelolaan kinerja pegawai, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), hingga ketentuan mengenai disiplin pegawai.

Pada kesempatan tersebut, Eko juga mengingatkan pentingnya disiplin kehadiran bagi seluruh ASN. Ia menjelaskan bahwa saat ini sistem presensi telah menggunakan aplikasi Simpatik Integrasi yang memudahkan pegawai dalam melakukan pencatatan kehadiran sekaligus menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan kepegawaian.

“Presensi merupakan kewajiban seluruh ASN. Kita sudah memiliki perangkat Simpatik Integrasi yang memudahkan pegawai melakukan presensi. Jangan sampai ada ASN yang tidak melakukan presensi, apalagi bolos kerja, karena sanksinya cukup berat hingga pemberhentian,” ucapnya.

Lebih lanjut, Eko menyampaikan bahwa penggunaan aplikasi Simpatik Integrasi juga memberikan kemudahan dalam akses dan penyajian informasi kepegawaian secara lebih cepat. Sistem yang terintegrasi memungkinkan data kehadiran ASN tersaji lebih akurat dan dapat dipantau secara aktual oleh perangkat daerah maupun pimpinan.

“Dengan sistem yang terintegrasi, data kehadiran ASN menjadi lebih akurat dan dapat dipantau secara real time. Hal ini mendukung peningkatan disiplin pegawai sekaligus mempermudah proses monitoring oleh pimpinan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....