Karya Kreatif Serayu dan Banyumas DigiFest 2026 Dorong UMKM Naik Kelas

  • 20 Jun 2026 12:53 WIB
  •  Purwokerto

RRI Purwokerto — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto kembali menggelar Karya Kreatif Serayu (KKS) dan Banyumas DigiFest 2026 di Menara Teratai Purwokerto, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi ajang penguatan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM, digitalisasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny, mengatakan Karya Kreatif Serayu tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga yang menjadi agenda tahunan Bank Indonesia Purwokerto. Acara menghadirkan lebih dari 100 UMKM dari wilayah Banyumas Raya yang menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari fesyen, kriya, makanan dan minuman hingga kuliner khas daerah.

Selain pameran UMKM, kegiatan juga menghadirkan berbagai layanan publik seperti pembayaran pajak, layanan SIM, SKCK, perizinan usaha, donor darah, pasar tani, pasar murah, hingga edukasi literasi ekonomi dan keuangan serta pengalaman bertema lingkungan atau green experience.

Menurut Christoveny, penyelenggaraan KKS dan Banyumas DigiFest dilakukan di tengah berbagai tantangan ekonomi global, seperti meningkatnya ketidakpastian geopolitik, fragmentasi perdagangan dunia, volatilitas pasar keuangan, hingga dampak perubahan iklim yang memengaruhi rantai pasok dan sektor energi.

"Berbagai dinamika tersebut menuntut setiap daerah memiliki ekonomi yang semakin tangguh melalui penguatan UMKM, transformasi digital, serta kolaborasi yang erat antar pemangku kepentingan," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Karya Kreatif Serayu dan Banyumas DigiFest menjadi wadah penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah sekaligus mempercepat transformasi digital di berbagai sektor.

Ia menegaskan bahwa transformasi digital saat ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus diadaptasi oleh seluruh pihak.

"Pemerintah Kabupaten Banyumas terus berkomitmen mendorong digitalisasi layanan publik dan elektronifikasi transaksi ekonomi daerah. Perluasan penggunaan QRIS, penguatan sistem pembayaran non-tunai, serta elektronifikasi transaksi pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel," kata Sadewo.

Bupati menambahkan, digitalisasi juga diharapkan mampu memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing pelaku usaha di Banyumas Raya.

Menurutnya, UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, Pemkab Banyumas terus menjalankan berbagai program pendampingan agar pelaku UMKM dapat naik kelas melalui promosi perdagangan, business matching, pelatihan, hingga bimbingan teknis peningkatan kapasitas usaha.

"Kami ingin UMKM Banyumas tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh menjadi pelaku usaha yang tangguh dan berdaya saing," ujarnya.

Selain penguatan UMKM, Pemkab Banyumas juga terus mendorong pembangunan sektor pertanian secara terintegrasi dari hulu hingga hilir guna mendukung ketahanan pangan daerah sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....