Sambut Tahun Baru Islam, Muhammadiyah Gentasari Gelar Pengajian Akbar
- 19 Jun 2026 16:12 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap: Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Kompleks Perguruan Muhammadiyah Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, menggelar Pengajian Akbar yang diikuti warga Muhammadiyah, guru, siswa, serta masyarakat sekitar. Kegiatan yang mengusung tema “Hijrah: Jalan Menuju Kesuksesan Dunia dan Akhirat” tersebut menjadi momentum refleksi untuk memperkuat semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Pengajian menghadirkan Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Assoc. Prof. Dr. Darodjat, S.Ag., M.Ag., sebagai penceramah utama. Darodjat juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM Banyumas.
Kegiatan semakin menarik dengan kehadiran dua mahasiswa internasional UMP, yakni Mamoudou Saangare asal Mali yang menempuh studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris dan Ahmed Fawzi asal Sudan dari Program Studi Teknik Sipil. Kehadiran keduanya menjadi simbol luasnya jangkauan dakwah Muhammadiyah yang mampu menjalin persaudaraan Islam lintas negara.
Dalam tausiyahnya, Darodjat menjelaskan bahwa makna hijrah tidak terbatas pada perpindahan tempat, melainkan perubahan menuju kondisi yang lebih baik dengan berlandaskan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 218 yang menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah merupakan golongan yang berhak mengharapkan rahmat-Nya.
Menurutnya, berdasarkan Tafsir As-Sa'di, harapan terhadap rahmat Allah tidak cukup hanya dengan keinginan, tetapi harus disertai amal nyata, pengorbanan, dan kesungguhan dalam menjalankan ajaran agama.
“Hijrah yang mendatangkan kesuksesan harus dibangun di atas fondasi iman. Kesuksesan dunia dan akhirat tidak lahir dari keberuntungan semata, tetapi dari keimanan, ikhtiar, pengorbanan, dan pertolongan Allah,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Jumat (19/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Darodjat juga mengulas perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah yang menurutnya menjadi contoh nyata pentingnya perpaduan antara usaha dan doa.
Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW melakukan persiapan yang matang sebelum berhijrah, termasuk menunjuk Abdullah bin Uraiqith sebagai penunjuk jalan, meskipun saat itu belum memeluk Islam. Selain itu, Abdullah bin Abu Bakar bertugas mengumpulkan informasi dari Makkah, sementara Asma' binti Abu Bakar menyiapkan logistik perjalanan.
Di sisi lain, Amir bin Fuhairah menggembalakan kambing di jalur yang dilalui untuk menghilangkan jejak kaki dan mengamankan perjalanan Rasulullah SAW dari kejaran kaum Quraisy.
“Ini menunjukkan bahwa tawakal kepada Allah tidak berarti meninggalkan perencanaan. Rasulullah SAW adalah teladan dalam menggabungkan iman, strategi, kerja sama, dan ikhtiar yang maksimal,” ucapnya.
Menurut Darodjat, keberhasilan hijrah Nabi Muhammad SAW menjadi titik awal lahirnya peradaban Islam yang berkembang dari Madinah hingga menyebar ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Dari perjalanan sejarah tersebut lahir berbagai gerakan dakwah dan pembaruan, salah satunya Muhammadiyah.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa semangat hijrah perlu terus dihidupkan dalam gerakan Muhammadiyah. Hijrah dimaknai sebagai upaya berpindah dari keterbelakangan menuju kemajuan, dari kemiskinan menuju kesejahteraan, dari kebodohan menuju ilmu pengetahuan, serta dari perpecahan menuju persatuan umat.
“Kalau ingin sukses seperti Rasulullah SAW, maka warga Muhammadiyah harus memiliki iman yang kuat, visi yang jelas, perencanaan yang matang, kerja sama yang solid, serta semangat beramal yang berkelanjutan,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dakwah Muhammadiyah harus terus diperkuat hingga tingkat ranting sebagai ujung tombak pelayanan umat. Menurutnya, ranting yang aktif akan melahirkan masjid yang makmur, pendidikan yang maju, kepedulian sosial yang kuat, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kalau ingin sukses dunia dan akhirat, maka jadilah orang yang beriman, berhijrah menuju kebaikan, dan terus berjihad melalui amal usaha serta dakwah yang memberi manfaat bagi sesama. Muhammadiyah harus terus hadir sebagai gerakan ilmu, dakwah, dan pelayanan yang membawa rahmat bagi seluruh alam,” ujarnya.
Pengajian Akbar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah berlangsung khidmat dan mendapat sambutan antusias dari jamaah yang hadir. Kehadiran mahasiswa internasional UMP dari Afrika turut memperkuat pesan tentang persaudaraan Islam yang bersifat universal sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai hijrah Rasulullah SAW tetap relevan dalam membangun peradaban yang maju, berkemajuan, dan berorientasi pada kebahagiaan dunia maupun akhirat.
Melalui momentum Tahun Baru Islam tersebut, warga Muhammadiyah diharapkan menjadikan hijrah sebagai gerakan perubahan yang nyata, sehingga mampu melahirkan generasi yang beriman, berilmu, beramal, serta berkontribusi bagi kemajuan umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....