Banyumas Gelar Sensus Ekonomi 2026, Ribuan Petugas Diterjunkan
- 15 Jun 2026 08:48 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Sebanyak 1.872 petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Banyumas mengikuti apel kesiapan di halaman GOR Satria Purwokerto, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pendataan ekonomi dan keluarga yang akan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Banyumas.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiyono mengatakan data hasil sensus menjadi dasar penting dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan. Karena itu, ia meminta seluruh petugas bekerja secara profesional dan objektif saat melakukan pendataan.
"Data itu merupakan awal dari kita menentukan arah pembangunan. Saya harapkan apa yang ada di lapangan benar-benar bisa diserap dan menjadi bahan untuk menentukan langkah-langkah pemerintah ke depan, baik dari sektor UMKM, lapangan pekerjaan, maupun perekonomian secara keseluruhan," katanya.
Sadewo juga berpesan agar para petugas sensus mencatat kondisi yang sebenarnya tanpa menambah ataupun mengurangi data yang ditemukan di lapangan.
"Kalau kita ingin memperbaiki sesuatu, kita harus melihat kondisi yang sebenarnya. Jangan ditambah-tambahi atau dikurangi. Apa adanya saja dan objektif," tegasnya.
Selain itu, Bupati mengimbau masyarakat untuk menerima kehadiran petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang benar sesuai kondisi yang ada.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Banyumas Moh. Fatichuddin menjelaskan Sensus Ekonomi 2026 mencakup seluruh sektor usaha, mulai dari pertanian, konstruksi, pertambangan, perdagangan hingga berbagai sektor jasa. Pada pelaksanaannya, kegiatan ini juga disertai pemutakhiran data keluarga.
"Jadi ada dua kegiatan, yakni pendataan ekonomi dan pendataan keluarga. Kami berharap masyarakat menerima petugas kami dan memberikan jawaban apa adanya sehingga kondisi ekonomi dan kondisi keluarga di Banyumas benar-benar dapat tergambarkan," ujarnya.
Menurut Fatichuddin, sebanyak 1.872 petugas akan melakukan pendataan pada sekitar 11 ribu satuan wilayah setingkat RT yang tersebar di Kabupaten Banyumas. Setiap petugas akan menangani rata-rata tujuh hingga delapan RT atau sekitar 300 keluarga.
Ia menjelaskan data yang dikumpulkan meliputi karakteristik keluarga, kondisi rumah tangga, hingga aktivitas ekonomi yang dijalankan masyarakat.
Salah satu fokus penting dalam Sensus Ekonomi 2026 adalah pemetaan sektor ekonomi digital yang selama ini sulit teridentifikasi secara langsung di lapangan.
"Kami mencoba menggali sektor industri digital. Karena aktivitas ekonomi digital sering kali tidak terlihat secara kasat mata, kami sangat membutuhkan penjelasan dan jawaban dari masyarakat agar kegiatan tersebut bisa terdata dengan baik," jelasnya.
Fatichuddin menambahkan pelaksanaan sensus ekonomi merupakan amanat undang-undang yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Data yang dihasilkan menjadi potret kondisi ekonomi terkini yang sangat dibutuhkan sebagai dasar perencanaan pembangunan.
Menurutnya, data yang akurat akan membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi yang tepat, termasuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional yang dicanangkan pemerintah.
Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, BPS Kabupaten Banyumas berharap dapat menghasilkan data yang lengkap, akurat, dan terpercaya sebagai landasan perumusan kebijakan pembangunan ekonomi daerah maupun nasional pada masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....