Perlinsos Digital Dinilai Tingkatkan Ketepatan Sasaran Bansos
- 13 Jun 2026 18:43 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Transformasi digital dalam penyaluran bantuan sosial dinilai membawa berbagai keuntungan dalam pelaksanaan program perlindungan sosial di Indonesia. Pemanfaatan aplikasi perlindungan sosial digital dinilai mampu meningkatkan kualitas data sekaligus mendukung penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran.
Pengamat kebijakan publik Dr. Tobirin, M.Si., menjelaskan bahwa keunggulan utama sistem digital terletak pada akurasi data penerima bantuan. Data yang lebih akurat memungkinkan pemerintah menentukan sasaran program secara lebih tepat dibandingkan metode konvensional.
“Keunggulan perlinsos digital berkaitan dengan akurasi data yang mendukung perlindungan sosial agar tepat sasaran. Selain itu, sistem digital juga membuka peluang transparansi yang lebih baik dalam pelaksanaan program,” ujar Tobirin pada Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi salah satu nilai tambah dari penerapan sistem digital. Masyarakat dapat lebih mudah memahami tujuan program sekaligus mengawasi proses penyaluran bantuan yang dilakukan pemerintah.
Meski demikian, penerapan perlinsos digital masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah persoalan infrastruktur, regulasi, serta perlindungan terhadap data pribadi penerima manfaat.
“Permasalahan yang perlu diperhatikan adalah perlindungan data pribadi. Data penerima bantuan harus dijaga agar tidak disalahgunakan dan tetap aman dalam sistem digital,” tutur Wakil Dekan I Bidang Akademik FISIP Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto itu.
Tobirin menambahkan bahwa penggunaan sistem digital lebih efektif dalam mengurangi risiko salah sasaran dibandingkan mekanisme konvensional. Sistem lama cenderung bergantung pada informasi subjektif dari lingkungan sekitar, sedangkan sistem digital mengandalkan basis data yang telah divalidasi.
Validasi data yang lebih baik memungkinkan proses penyaluran bantuan dilakukan secara lebih objektif. Dengan demikian, peluang terjadinya kesalahan dalam penentuan penerima bantuan dapat diminimalkan.
“Kalau menggunakan basis digital, data yang digunakan lebih tepat dan telah melalui proses validasi. Karena itu, kemungkinan salah sasaran dapat dihindari sehingga bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” ucapnya.
Dalam menilai keberhasilan perlinsos digital, Tobirin menekankan pentingnya sejumlah indikator, di antaranya adalah ketepatan sasaran, kemudahan penggunaan aplikasi, transparansi, serta integrasi data antarlembaga yang berjalan dengan baik.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah pusat berperan dalam penyusunan regulasi, integrasi data, serta penyediaan sarana dan platform digital, sementara pemerintah daerah berfokus pada proses verifikasi dan pengelolaan data di lapangan.
“Rekomendasi kebijakannya adalah memastikan program tetap tepat sasaran, akurat, transparan, dan berkeadilan sosial. Selain itu, perlindungan data pribadi harus menjadi prioritas agar data masyarakat tidak diselewengkan,” ujarnya. (Ilham Ramdhani).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....