UMP Dorong Lahirnya Inovasi Generasi Muda lewat ChEACo 2026

  • 09 Jun 2026 19:13 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Inovasi teknologi karya mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia dipamerkan dalam ajang Chemical Engineering Annual Competition (ChEACo) 2026 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Melalui pameran ini, UMP menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan hasil riset dan teknologi terapan yang mereka kembangkan sebagai solusi atas berbagai tantangan masa depan.

Pameran Karya Inovasi Teknologi Mahasiswa tersebut merupakan salah satu agenda unggulan ChEACo 2026 yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) UMP di Lantai 10 Gedung UMP Tower pada Ahad (17/5/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Generasi Muda Inovatif sebagai Fondasi Teknologi Berkelanjutan di Era Industri 5.0” dan dibuka oleh Wakil Dekan III Fakultas Teknik dan Sains UMP, Abid Yanuar Badharudin, S.Kom., M.Kom.

Berbeda dengan kategori pelajar yang berkompetisi melalui lomba karya tulis ilmiah, kategori mahasiswa dalam ChEACo 2026 diselenggarakan dalam format pameran inovasi teknologi. Para finalis tidak hanya mempresentasikan gagasan, tetapi juga menampilkan prototipe dan produk hasil penelitian secara langsung di hadapan dewan juri maupun masyarakat.

Ketua Pelaksana ChEACo 2026, Sinta Fatimah Azahro, mengatakan format pameran dipilih untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa dalam mengaktualisasikan hasil inovasi mereka.

“Chemical Engineering Annual Competition 2026 kami hadirkan sebagai bentuk komitmen dalam memfasilitasi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi, kreativitas, serta inovasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kami berharap ChEACo tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang lahirnya ide-ide inovatif dan solutif yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi dan industri di masa depan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Selasa (9/6/2026).

Menurut Sinta, antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini sangat tinggi. Sebanyak 62 tim dari 13 provinsi mengikuti proses seleksi yang telah dimulai sejak Januari 2026. Setelah melalui penilaian executive summary dan seleksi ketat oleh dewan juri, tim-tim terbaik berhak melaju ke babak final dan memamerkan karya mereka dalam pameran inovasi teknologi.

Beragam karya yang ditampilkan mencakup sektor-sektor strategis, mulai dari teknologi pangan, teknologi lingkungan, teknologi material, energi terbarukan, hingga pengelolaan limbah. Setiap tim menghadirkan booth yang dilengkapi poster ilmiah, prototipe, serta demonstrasi produk secara langsung.

Suasana pameran semakin semarak ketika dibuka untuk masyarakat umum pada siang hari. Selain dapat melihat karya inovasi mahasiswa, pengunjung juga berkesempatan menyaksikan prototipe hasil karya peserta Lomba Karya Tulis Ilmiah kategori pelajar. Kehadiran kedua kategori tersebut menciptakan ruang kolaborasi lintas jenjang pendidikan dalam menumbuhkan budaya riset dan inovasi.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pengunjung yang hadir. Dari 200 kupon kunjungan yang disediakan panitia, sebanyak 166 kupon terserap oleh masyarakat yang ingin melihat langsung berbagai inovasi teknologi hasil karya generasi muda Indonesia.

Untuk meningkatkan partisipasi publik, panitia juga menghadirkan kategori Stand Inovasi Terfavorit yang ditentukan melalui voting pengunjung. Melalui mekanisme ini, masyarakat dapat memberikan apresiasi secara langsung terhadap karya yang dianggap paling menarik dan memberikan dampak nyata.

Setelah melalui proses penjurian, tim dari Universitas Diponegoro yang diketuai Marcell Khosuma berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II diraih oleh Politeknik Astra, sedangkan Juara III diraih oleh Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong.

Sementara itu, penghargaan Stand Inovasi Terfavorit diberikan kepada tim dari Universitas Teknologi Bandung. Adapun penghargaan Poster dan Infografis Terbaik diraih oleh tim dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur.

Ketua Tim Universitas Diponegoro, Marcell Khosuma, mengaku bangga atas pencapaian yang diraih timnya.

“ChEACo 2026 menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami, tidak hanya sebagai kompetisi tetapi juga sebagai wadah untuk belajar, bertukar ide, dan mengembangkan inovasi bersama mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Kami sangat bersyukur dapat meraih Juara I dan berharap pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Tim Universitas Teknologi Bandung, Fikri Dwi Novianto. Menurutnya, penghargaan sebagai Stand Inovasi Terfavorit menjadi motivasi bagi tim untuk terus mengembangkan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui ChEACo 2026, UMP tidak hanya berperan sebagai tuan rumah kompetisi tingkat nasional, tetapi juga menjadi ruang strategis yang mempertemukan inovator muda, akademisi, industri, dan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen UMP dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan di era Industri 5.0.

“Melihat inovasi-inovasi luar biasa yang ditampilkan mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia sungguh membanggakan. Ini menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan teknologi yang berkelanjutan. Kami berharap karya-karya yang lahir dari ChEACo dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutur Sinta.

Melalui ajang ini, UMP berharap budaya riset, inovasi, dan kolaborasi terus tumbuh di kalangan generasi muda Indonesia, sehingga mampu melahirkan teknologi yang tidak hanya berdaya saing global, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....