Tak Cukup Lihat Tanggal Kedaluwarsa, Warga Diajak Pahami Batas Pakai Obat

  • 08 Jun 2026 11:06 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Sebanyak 35 anggota Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, mendapatkan edukasi tentang penggunaan dan penyimpanan sediaan farmasi steril dari tim dosen Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Aisyiyah melalui Edukasi Penggunaan dan Pengelolaan Waktu Simpan Sediaan Farmasi Steril” yang digelar pada Sabtu (6/6/2026).

Program yang didukung pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMP itu bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar, aman, dan bertanggung jawab, khususnya untuk sediaan farmasi steril yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Tim pengabdian dipimpin oleh Dr. apt. Erza Genatrika, M.Sc., dengan anggota apt. Monika Wisda Herisman, M.Pharm.Sci. dan apt. Uqie Shabrina Hasyyati, M.Farm. Ketiganya merupakan dosen Fakultas Farmasi UMP yang memiliki keahlian di bidang farmasetika, teknologi farmasi, farmakologi, dan farmasi klinis.

Kegiatan dibuka oleh Pengurus Ranting Aisyiyah Desa Sokawera, Rahmawati, S.Pd. Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang masih membutuhkan informasi mengenai penggunaan dan penyimpanan obat steril secara tepat.

"Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami batas waktu penggunaan obat setelah kemasan dibuka. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga kesehatan keluarga," ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Senin (8/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai berbagai jenis sediaan farmasi steril yang umum digunakan masyarakat, seperti obat tetes mata, tetes telinga, tetes hidung, insulin, serta produk steril lainnya.

Materi yang diberikan mencakup tata cara penyimpanan yang benar, risiko penggunaan obat yang tidak sesuai ketentuan, hingga pemahaman mengenai Beyond Use Date (BUD) atau batas waktu penggunaan obat setelah kemasan dibuka.

Ketua tim pengabdian, Dr. apt. Erza Genatrika, M.Sc., menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang beranggapan obat dapat digunakan hingga tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan tanpa memperhatikan kondisi produk setelah dibuka.

"Untuk sediaan farmasi steril, kualitas dan keamanan produk dapat berubah setelah kemasan dibuka. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami konsep Beyond Use Date agar penggunaan obat tetap aman dan efektif," tuturnya.

Menurut Erza, edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola obat di rumah tangga sehingga risiko penggunaan obat yang sudah tidak layak pakai dapat diminimalkan.

"Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat menghindari berbagai risiko kesehatan akibat penggunaan obat yang tidak sesuai ketentuan. Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pasien mulai dari lingkungan keluarga," ucapnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyuluhan, diskusi, dan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait penyimpanan obat di rumah, penggunaan insulin, hingga cara menentukan batas waktu penggunaan berbagai sediaan farmasi steril.

Selain mendapatkan materi edukasi, peserta juga menerima media informasi yang dapat digunakan sebagai panduan dalam pengelolaan obat di lingkungan keluarga. Melalui program pengabdian ini, Fakultas Farmasi UMP berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus mendorong penggunaan obat yang rasional, aman, dan bertanggung jawab.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....