Petani Milenial di Banyumas Baru 10 Persen, Regenerasi Dinilai Masih Lambat

  • 21 Jul 2026 10:12 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Regenerasi petani di Kabupaten Banyumas hingga kini masih menjadi tantangan. Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas mencatat, jumlah petani dari kalangan milenial baru mencapai sekitar 5 hingga 10 persen dari total petani yang ada.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian masih didominasi oleh petani berusia lanjut. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Arif Sukmo Buwono, S.T., M.M., mengatakan lambatnya regenerasi petani tidak hanya terjadi di Banyumas, tetapi juga menjadi persoalan di tingkat provinsi maupun nasional.

"Regenerasi petani di Kabupaten Banyumas memang masih lambat. Kalau kita lihat struktur petani di Kabupaten Banyumas, petani milenial hanya sekitar 5 sampai 10 persen. Selebihnya, sekitar 90 persen masih didominasi petani yang usianya sudah tua," ujarnya saat diwawancarai RRI Purwokerto.

Arif menjelaskan, jumlah petani di Kabupaten Banyumas diperkirakan mencapai 200 hingga 300 ribu orang. Namun, jumlah generasi muda yang memilih berprofesi sebagai petani masih sangat terbatas.

Menurutnya, rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah perubahan pola pikir dan gaya hidup anak muda yang cenderung kurang tertarik pada pekerjaan yang identik dengan aktivitas fisik di lapangan.

"Anak muda sekarang cenderung tidak ingin pekerjaan yang kotor dan melelahkan. Mereka lebih dekat dengan teknologi dan hampir setiap hari menggunakan telepon pintar," katanya.

Selain faktor gaya hidup, pertimbangan ekonomi juga menjadi alasan utama. Arif menilai profesi petani masih dianggap kurang menjanjikan dibandingkan bekerja di sektor perkantoran maupun industri, terutama karena hasil usaha tani memiliki risiko yang cukup tinggi.

"Secara ekonomi, menjadi petani memiliki risiko. Hal itu membuat profesi ini kurang menarik dibandingkan pekerjaan di kantor atau pabrik," katanya.

Ia juga menyoroti semakin menyusutnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman. Kondisi tersebut dinilai turut mengurangi peluang generasi muda untuk mengembangkan usaha di bidang pertanian.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan program-program yang nyata bagi petani muda.

"Kami harus sering berkolaborasi dan memberikan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani muda. Dengan begitu, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk menekuni sektor pertanian," ujar Arif.

Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap berbagai upaya tersebut dapat mempercepat regenerasi petani sehingga keberlanjutan sektor pertanian tetap terjaga di tengah tantangan berkurangnya jumlah petani usia produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....