Bhabinkamtibmas Polresta Cilacap Dilatih Jadi Tracer TBC

  • 05 Jun 2026 06:13 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap : Polresta Cilacap mengambil peran aktif dalam upaya percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TB) Paru dengan menyiapkan personel Bhabinkamtibmas sebagai tracer atau pelacak kasus hingga tingkat desa. Program ini merupakan bagian dari tindak lanjut gerakan Peduli Berantas TB Paru yang digagas Polda Jawa Tengah bersama Dinas Kesehatan, tenaga medis, dan berbagai unsur masyarakat.

Sebagai langkah awal, Polresta Cilacap menggelar pemeriksaan kesehatan sekaligus Pelatihan Tracer TB Paru bagi para Bhabinkamtibmas di Gedung Patra Graha Pertamina Cilacap, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan dokter spesialis paru dr. Dwi Indrayati, Sp.P., serta pemateri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap.

Kapolresta Cilacap Kombes Pol Dr. Budi Adhy Buono, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa keberadaan Bhabinkamtibmas yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan masyarakat di desa menjadi kekuatan penting dalam memperluas jangkauan penanganan TB Paru, termasuk di wilayah yang sulit dijangkau.

"TB Paru merupakan persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama. Karena itu kami dari Polresta Cilacap hadir untuk membantu masyarakat melalui peran Bhabinkamtibmas yang selama ini berinteraksi langsung dengan warga di desa-desa," ujar Budi.

Menurutnya, kedekatan Bhabinkamtibmas dengan masyarakat dapat dimanfaatkan untuk membantu mendeteksi warga yang berisiko terpapar TB Paru, sekaligus memberikan pendampingan kepada pasien selama menjalani pengobatan. Melalui pelatihan tersebut, para personel diharapkan mampu mendukung proses penemuan kasus serta memastikan pasien menjalani terapi hingga selesai.

Kapolresta menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Karena itu, sinergi antara kepolisian, Dinas Kesehatan, puskesmas, pemerintah desa, dan unsur tiga pilar menjadi faktor penting dalam pelaksanaannya.

"Saya minta seluruh anggota terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan serta perangkat desa. Tujuan akhirnya adalah membantu warga yang sakit mendapatkan penanganan dan mencegah penularan kepada masyarakat lainnya," tegasnya.

Selain mendapatkan pemahaman mengenai penyakit TB Paru dan pola penyebarannya, peserta juga memperoleh materi tentang teknik pelacakan kasus serta tata cara pendataan yang tepat. Data yang dihimpun nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang lebih efektif di masing-masing wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Hasanudin, turut memberikan apresiasi terhadap keterlibatan Polresta Cilacap dalam program tersebut. Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas sebagai tracer akan memperkuat sistem deteksi dini karena mereka memiliki akses yang dekat dengan masyarakat.

"Kami mengapresiasi langkah Polresta Cilacap yang turut mendukung percepatan penanggulangan TB. Dengan kerja sama lintas sektor, proses penemuan kasus, pendampingan pasien, hingga pemantauan pengobatan dapat berjalan lebih optimal," kata Hasanudin.

Ke depan, koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan program berjalan efektif. Evaluasi bersama juga akan dilakukan untuk mengukur capaian dan menyusun strategi lanjutan dalam penanganan TB Paru.

Melalui pelatihan ini, Polresta Cilacap berharap para Bhabinkamtibmas dapat menjadi garda terdepan dalam menemukan kasus TB Paru di lingkungan masyarakat. Dengan dukungan seluruh pihak terkait, program TOSS TB diharapkan mampu mempercepat kesembuhan pasien sekaligus menekan angka penyebaran penyakit hingga ke pelosok Kabupaten Cilacap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....