Trans Banyumas Usulkan Tarif Integrasi Tetap Ada, Durasi Gratis Diusulkan Dipersi
- 04 Jun 2026 12:26 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: PT Banyumas Raya Transportasi (BRT) mengusulkan agar skema tarif integrasi gratis pada layanan Trans Banyumas tetap dipertahankan dengan sejumlah penyesuaian. Salah satu opsi yang diajukan yakni memangkas durasi integrasi gratis dari sebelumnya 90 menit menjadi 30 hingga 60 menit guna menjaga minat masyarakat menggunakan transportasi publik.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipung Marta Masihun, S.E., M.AP.,. Ia mengatakan pihaknya saat ini terus melakukan evaluasi terhadap dampak penghapusan tarif integrasi yang mulai diberlakukan beberapa waktu terakhir.
Selain menjaga kualitas pelayanan, operator juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat bahwa Trans Banyumas masih menjadi moda transportasi yang ekonomis. Khususnya bagi pengguna dengan satu jalur perjalanan tanpa banyak transit.
Menurut Ipoeng, meskipun kebijakan penghapusan tarif integrasi berdampak terhadap sebagian pengguna dengan mobilitas tinggi, Trans Banyumas masih menjadi pilihan transportasi yang terjangkau dibanding moda transportasi lain.
“Kalau dihitung untuk perjalanan satu rute, berangkat dan pulang masih jauh lebih hemat dibanding angkutan lainnya. Yang cukup terdampak memang penumpang yang harus transit lebih dari satu kali,” ujarnya.
Sebagai bentuk solusi, PT Banyumas Raya Transportasi mengusulkan kepada pemerintah daerah agar kebijakan tarif integrasi tidak sepenuhnya dihapus. Operator menilai fasilitas integrasi gratis masih menjadi daya tarik utama bagi masyarakat, terutama pekerja, pelajar, maupun warga dengan aktivitas padat yang mengandalkan perpindahan antar koridor.
“Tarif integrasi gratis ini sebenarnya menjadi magnet bagi masyarakat yang mobilitasnya tinggi. Mungkin bisa tetap ada, tetapi waktunya disesuaikan, misalnya menjadi 30 atau 60 menit,” kata Ipoeng.
Usulan tersebut dinilai dapat menjadi jalan tengah antara efisiensi kebijakan anggaran dengan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik murah dan mudah diakses. Dengan durasi integrasi yang lebih pendek, masyarakat tetap mendapat manfaat tarif terjangkau tanpa membebani operasional secara berlebihan.
Kedepannnya, PT Banyumas Raya Transportasi berharap pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi terhadap kebijakan penghapusan tarif integrasi, terutama apabila tren penurunan jumlah penumpang terus berlanjut. Menurut Ipung, evaluasi penting dilakukan agar masyarakat tidak beralih ke moda transportasi lain dan Trans Banyumas tetap menjadi pilihan utama warga Banyumas Raya dalam beraktivitas sehari-hari.
“Harapannya tentu ada evaluasi kebijakan agar penumpang tidak beralih dari Trans Banyumas, bahkan bisa kembali meningkat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....