Kemenag Banyumas Salurkan Insentif Guru Ngaji dan Marbot Masjid

  • 03 Jun 2026 15:35 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas mulai menyalurkan insentif bagi guru ngaji, ustaz-ustazah, marbot masjid, dan penjaga tempat ibadah. Penyaluran berlangsung secara bertahap mulai Selasa - Jumat ( 2 -5 /6/2026) sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para pelaku pendidikan keagamaan dan pelayanan ibadah di masyarakat.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Faisal Riza, mengatakan penerima insentif tahun ini terdiri atas sekitar 800 ustaz dan ustazah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), lebih dari 200 guru Madrasah Diniyah, serta sekitar 500 guru ngaji pondok pesantren. Selain itu, sebanyak 345 marbot masjid dan penjaga tempat ibadah juga mendapatkan bantuan insentif dari Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Faisal menjelaskan penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai kelompok penerima yang telah ditetapkan. “Insyaallah kita hari kemarin dengan hari ini itu khusus Ustadz-Ustadzah TPK. Dan insyaallah besok untuk Guru Ngaji pondok pesantren kurang lebih 500 Guru Ngaji di pondok pesantren. Kemudian hari Jumat itu khusus untuk Madrasah Diniyah sekurang lebih 200 Guru Ngaji,” ujarnya.

Ia menambahkan marbot masjid dan penjaga tempat ibadah juga dijadwalkan menerima insentif pada hari terakhir penyaluran. “Dan Marbot Masjid dan Penjaga Tempat Ibadah itu 345 Marbot Masjid dan Penjaga Tempat Ibadah hari Jumat terakhir. Insyaallah semua akan kami bagikan,” kata Faisal Riza.

Menurut Faisal, masih terdapat sejumlah penerima yang mengalami kendala administrasi, terutama terkait ketidaksesuaian Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan kelengkapan data kependudukan. Namun pihaknya memastikan insentif tetap akan dicairkan setelah proses perbaikan data selesai dilakukan oleh penerima yang bersangkutan.

Selain penyaluran insentif, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas juga mulai memproses pencairan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) tahap pertama bagi sekitar 120 pondok pesantren dari total 199 lembaga yang diajukan. Program insentif tersebut akan disalurkan dalam tiga termin sepanjang tahun 2026 dan diharapkan dapat berlanjut pada tahun berikutnya dengan cakupan penerima yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....