Bankesbangpol Soroti Tantangan Menjaga Nilai Pancasila di Era Generasi Digital
- 02 Jun 2026 11:46 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Perkembangan teknologi dan perubahan pola hidup generasi muda menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga eksistensi nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Hal itu menjadi perhatian Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bankesbangpol) Kabupaten Banyumas dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026.
Kepala Bankesbangpol Kabupaten Banyumas, Eko Heru Surono, mengatakan tantangan terbesar saat ini bukan pada keberadaan Pancasila sebagai ideologi negara. Melainkan bagaimana menjaga konsistensi penerapannya di tengah perubahan zaman, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, generasi saat ini hidup di era digital yang sangat dekat dengan teknologi dan media sosial. Karena itu, pendekatan untuk menanamkan nilai kebangsaan juga perlu menyesuaikan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri bangsa.
“Generasi sekarang ini generasi digital. Tetapi nilai Pancasila tetap harus ditanamkan dan dihidupkan, karena itu pembeda bangsa Indonesia dengan bangsa lain,” ujarnya.
Eko Heru menjelaskan, Pancasila sejatinya bukan konsep baru yang hadir tiba-tiba, melainkan kristalisasi nilai-nilai yang telah hidup dalam masyarakat Indonesia sejak lama. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, hingga keadilan sosial dinilai telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat jauh sebelum Indonesia merdeka.
Ia menegaskan, Indonesia bahkan memiliki keberanian membangun negara merdeka dengan berbekal ideologi persatuan, meskipun pada saat itu perangkat pemerintahan belum terbentuk secara utuh.
“Dulu kita belum punya birokrasi lengkap, tentara maupun lembaga negara yang kuat, tetapi kita punya ideologi sebagai pemersatu. Itu yang harus terus diwariskan,” katanya.
Sebagai upaya menjaga semangat kebangsaan, Bankesbangpol Banyumas pada momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini lebih mengedepankan pola dialog dan komunikasi dengan masyarakat. Pemerintah berupaya membuka ruang aspirasi agar masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari isu keamanan, pelayanan publik, hingga kesejahteraan.
Pendekatan tersebut dinilai sebagai bagian dari implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan nyata, yakni membangun hubungan yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Selain itu, Eko Heru juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah berbagai perbedaan yang ada.
Menurutnya, semangat kebangsaan harus terus dipupuk agar Pancasila tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat. “Pancasila harus tetap menjadi identitas bangsa. Modal utama kita adalah persatuan dan kesatuan, itu yang harus terus dijaga dalam kondisi apa pun,” ujarn
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....