Sarasehan 81 Tahun Pancasila Dorong Aktualisasi dalam Kehidupan Sehari-hari
- 02 Jun 2026 09:54 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Brebes - Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 dimaknai sebagai momentum untuk merefleksikan sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut mengemuka dalam Sarasehan 81 Tahun Pancasila bertema “Pancasila, di antara Otoritas dan Legitimasi Kekuasaan” yang digelar Universitas Harkat Negeri Tegal di Padepokan Kalisoga, Slatri, Kabupaten Brebes, Senin (1/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, legislatif, dan pemerintah daerah untuk membahas relevansi nilai-nilai Pancasila berbagai sudut pandang di tengah dinamika kehidupan berbangsa saat ini. Para pembicara menyoroti pentingnya menjadikan Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga pedoman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
Rektor Universitas Harkat Negeri Tegal, Sudirman Said mengatakan Pancasila merupakan fondasi yang telah diakui sebagai ideologi yang kuat sekaligus menjadi cita-cita yang harus terus diperjuangkan. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam sikap dan tindakan para pemimpin maupun penyelenggara negara.
“Mudah-mudahan para penyelenggara negara, para pengurus negara, para pemimpin kita itu baik tata nilainya, kualifikasinya, perilakunya, kata-katanya, tindakannya itu sesuai dengan apa yang menjadi prinsip yang dibangun oleh Pancasila itu sendiri,” ujar Sudirman Said.
Selain menjadi ruang diskusi, sarasehan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi lintas latar belakang dan budaya. Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan kalangan dinilai mencerminkan semangat persatuan yang menjadi salah satu nilai utama dalam Pancasila.
Pegiat literasi sekaligus sejarawan tegal, Atmo Tan Sidik menilai peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari lingkungan keluarga, pendidikan, hingga kepemimpinan.
“Jadi bukan peringatan itu sendiri, tapi mari kita mengaktualkan nilai Pancasila ke dalam perilaku keseharian. Tadi semua pihak mengatakan bahwa sesungguhnya perilaku Pancasila telah ada secara keseharian itu,” ujar Atmo Tan Sidik.
Berbagai gagasan yang disampaikan dalam forum itu menegaskan bahwa tantangan utama saat ini bukan lagi memahami Pancasila sebagai konsep, melainkan mewujudkan nilai-nilainya secara nyata dalam kehidupan sosial, kepemimpinan, dan penyelenggaraan negara. Melalui forum tersebut, peserta diajak untuk tidak hanya memahami Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....