Waisak 2026, Umat Buddha Banyumas Perkuat Toleransi dan Tebar Kedamaian

  • 29 Mei 2026 15:22 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Momentum peringatan Hari Raya Waisak 2570 Buddhis/2026 menjadi refleksi penting bagi umat Buddha di Kabupaten Banyumas untuk terus memperkuat nilai toleransi, cinta kasih, serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk. Hal tersebut diungkapkan Penyuluh Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Hermawan Setya Atmoko, S.Pd.,.

Hermawan mengatakan peringatan Waisak tahun ini memiliki makna mendalam, khususnya bagi masyarakat Banyumas yang dikenal memiliki tingkat kerukunan antarumat beragama yang baik. Menurutnya, Banyumas menjadi salah satu wilayah yang terus mendorong penguatan moderasi beragama.

Bahkan sejumlah wilayah telah dicanangkan sebagai kampung moderasi, di antaranya Desa Banjarpanepen serta wilayah di Kecamatan Kebasen.

“Waisak tahun ini menjadi pengingat bahwa Banyumas adalah daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan umat beragama. Ini menjadi modal penting untuk menjaga kehidupan masyarakat yang damai,” ujarnya.

Hermawan menilai, menjaga toleransi antarumat beragama menjadi hal yang sangat penting di tengah kondisi masyarakat yang semakin beragam. Dalam ajaran Buddha, Ia menyatakan bahwa kehidupan yang harmonis dapat diwujudkan melalui praktik kebajikan, rasa cinta kasih, serta belas asih kepada sesama.

Ia juga menjelaskan, dalam ajaran Buddha dikenal konsep metta atau cinta kasih dan karuna yang berarti belas asih. Nilai-nilai tersebut tidak hanya ditujukan kepada sesama manusia, melainkan kepada seluruh makhluk hidup tanpa membedakan latar belakang.

“Dengan menebarkan kebajikan dan cinta kasih, maka kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat akan lebih mudah tercipta,” katanya.

Di sisi lain, Hermawan juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital saat ini, terutama dalam menjaga moral dan spiritualitas. Menurutnya, derasnya arus informasi melalui internet dan media sosial perlu disikapi dengan bijak agar tidak memicu konflik sosial.

Generasi muda, lanjutnya, diharapkan mampu memilah informasi dengan baik serta tidak mudah menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya atau hoaks. Sebab, sikap emosional dan kebiasaan membagikan informasi tanpa verifikasi dinilai dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Kalau generasi muda bisa bijak menyikapi perkembangan digital, maka kedamaian dan keharmonisan di masyarakat dapat tetap terjaga,” kata Hermawan kembali.

Melalui momentum Waisak 2026, Hermawan berharap nilai-nilai ajaran Sang Buddha tentang kebajikan, cinta kasih, dan perdamaian dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap semangat Waisak mampu membawa ketenteraman, tidak hanya bagi masyarakat Banyumas, tetapi juga Indonesia dan dunia.

“Sebagaimana pesan Waisak, mari menebar kasih dan menebar damai demi kedamaian seluruh dunia,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....