Jelang Idul Adha, Permintaan Lontong-Ketupat Meningkat Tajam
- 26 Mei 2026 10:04 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas : Memasuki momen menjelang Hari Raya Idul Adha ke-1447 H, komoditas bahan pangan musiman di Kabupaten Banyumas mulai mengalami peningkatan permintaan, salah satunya adalah lontong dan ketupat. Pasalnya, kedua hidangan khas ini menjadi menu wajib bagi sebagian besar masyarakat Banyumas untuk disajikan bersama hidangan bersantan seperti gulai sapi dan opor saat merayakan Idul Adha bersama keluarga.
Seorang pedagang sekaligus pembuat Lontong Ketupat di Pasar Manis Purwokerto, Rufingat, menjelaskan bahwa terdapat peningkatan persentase jumlah pesanan yang cukup signifikan pada momen menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini. Pasalnya, masyarakat Banyumas berbondong-bondong memesan dalam jumlah banyak untuk persiapan hidangan malam takbiran hingga hari H Idul Adha.
“Kalau melihat perbandingan dari hari biasa ke Lebaran ini, pesanan meningkat dua kali lipat. Biasanya saya cuma bawa ketupat 200 biji sekarang jadi 400 biji. Lontong yang biasa bawa 100 biji sekarang bawa 200 biji,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rufingat menjelaskan bahwa lonjakan pesanan ini diketahui paling tinggi terjadi pada H-1 Lebaran atau saat malam takbiran (riayah). Sebagian masyarakat bahkan sudah melakukan pemesanan terlebih dahulu agar tidak kehabisan di hari raya.
Menariknya, meskipun harga beras kualitas super sedang naik hingga menyentuh Rp14.000 per kilogram, Rufingat memilih untuk tetap mempertahankan harga normal. Langkah ini sengaja ia lakukan demi menjaga loyalitas serta kepuasan para pelanggan setianya.
"Beras memang sudah naik, saya pakai yang harga Rp14.000 sekilo karena kalau pakai yang Rp13.000 hasilnya tidak bagus dan tidak untung. Tapi kalau hari biasa harga tidak saya naikkan, kasihan langganan. Ketupat tetap Rp1.500 dan lontong Rp2.500 per biji. Kecuali pas hari H Lebaran, harganya naik jadi Rp3.000," tuturnya.
Di antara kedua jenis hidangan tersebut, permintaan untuk komoditas lontong ternyata jauh lebih mendominasi dibandingkan dengan ketupat. Fenomena tingginya peminat lontong ini bahkan diketahui sudah terjadi sejak momen Hari Raya Idul Fitri lalu.
Menurut Rufingat, keunggulan aroma daun pisang yang khas menjadi alasan utama mengapa masyarakat lebih memburu lontong untuk disandingkan dengan menu gulai. Namun, ia mengakui bahwa jumlah permintaan menjelang Idul Adha kali ini terhitung sedikit berbeda dan tidak sebanyak saat momentum Idulfitri beberapa bulan lalu.
"Peminatnya banyak lontong, sama seperti pas Idulfitri kemarin karena kalau pakai daun pisang itu rasanya lebih enak sekali kalau dimakan pakai gulai sapi, tapi kalau dibanding Lebaran kemarin, sekarang sejen (berbeda) lah, tidak sebanyak dulu," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....