Pemotongan Hewan Kurban di RPH Purbalingga Melonjak Drastis Dibanding Hari Biasa
- 29 Mei 2026 08:26 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, PURBALINGGA – Aktivitas pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Purbalingga mengalami lonjakan drastis pada Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik jika dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Tingginya permintaan jasa penyembelihan ini merupakan pola musiman tahunan yang rutin terjadi setiap momen Idul Adha.
Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan RPH Purbalingga, Supriyono, mengungkapkan bahwa pada hari biasa, jumlah hewan yang dipotong di RPH Purbalingga terbilang sangat terbatas. Namun, saat Idul Adha, meningkat.
"Pada hari biasa, pemotongan sapi di RPH hanya sekitar 3 sampai 5 ekor per hari, sedangkan untuk kambing atau domba berkisar antara 4 sampai 10 ekor, kemudian pada hari raya idul adha ini penyembelihan kambing domba mencapai 350 ekor dan sapi mencapai 24 ekor," katanya.
Supriyono menjelaskan bahwa masyarakat mendapatkan banyak keuntungan ketika melakukan penyembelihan hewan kurban di RPH.
"Selain kualitas daging yang lebih higienis dan terjamin, pengelolaan limbah pemotongan juga lebih terkontrol sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar," jelasnya.
Menariknya, khusus untuk momen ibadah Idul Adha ini, Pemerintah Kabupaten Purbalingga menggratiskan biaya retribusi RPH. Sebagai perbandingan, pada hari biasa pengguna jasa RPH dikenakan tarif retribusi sebesar Rp5.000 untuk hewan kecil (kambing/domba) dan Rp35.000 untuk hewan besar (sapi/kerbau).
"Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda), ada pengecualian khusus untuk acara ibadah. Retribusi di Rumah Pemotongan Hewan tidak ditarik alias gratis," imbuh Supriyono.
Meskipun seluruh fasilitas RPH disediakan secara gratis oleh pemerintah selama Idul Adha, Supriyono menambahkan, masyarakat atau panitia kurban tetap bertanggung jawab secara mandiri untuk upah jasa tukang jagal yang mereka bawa atau sewa sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....