Antisipasi Dampak Musim Kemarau

  • 24 Mei 2026 14:18 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Memasuki pertengahan Mei 2026, masyarakat mulai merasakan suhu udara yang lebih panas sebagai tanda awal musim kemarau. Dalam dialog di RRI Purwokerto, Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banyumas, Awal Studiono, mengingatkan masyarakat untuk mulai waspada terhadap dampak musim kemarau, seperti kekeringan, krisis air bersih, hingga gangguan kesehatan.

“Kalau keluar rumah saat banyak debu sebaiknya memakai masker untuk menjaga kesehatan,” kata Awal Studiono.

Menurut Awal, dampak musim kemarau di Banyumas belum terasa merata tetapi beberapa wilayah selatan seperti Rawalo, Kebasen, dan Purwojati mulai mengalami berkurangnya hujan. Ia menjelaskan, daerah-daerah tersebut memiliki potensi air tanah yang terbatas sehingga lebih rentan mengalami kekeringan.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Tunggul Wulung Cilacap, Bagus Pramujo, M.Sc., mengatakan musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dibanding kondisi normal. Menurutnya, Banyumas bagian barat dan selatan sudah mulai memasuki musim kemarau sejak pertengahan Mei, sedangkan wilayah tengah dan utara diperkirakan mulai Juni.

“Untuk Banyumas bagian selatan dan barat, musim kemarau bisa lebih panjang sekitar satu bulan dibanding biasanya,” kata Bagus.

BMKG juga memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2026. Kondisi tersebut berpotensi memicu kekeringan, gagal panen, hingga kebakaran hutan dan lahan.

“Masyarakat perlu memahami bahwa musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali, tetapi intensitas hujannya lebih sedikit,” kata Bagus.

Wilayah seperti Rawalo, Kebasen, Kemranjen, Sumpiuh, dan Tambak disebut perlu meningkatkan kewaspadaan. Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Banyumas memastikan kesiapan distribusi bantuan air bersih ke daerah terdampak.

Masyarakat juga dihimbau untuk lebih bijak menggunakan air dan menjaga lingkungan agar tidak memperparah risiko banjir maupun kekeringan. Jangan membuang sampah ke sungai karena bisa menyebabkan banjir saat hujan datang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....