Regenerasi Petani Muda Banyumas Didorong lewat Agritransform

  • 21 Mei 2026 13:46 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Sebanyak 30 petani muda yang tergabung dalam Muda Tani Banyumas melaksanakan panen raya puluhan kilogram cabai sekaligus mengikuti prosesi kelulusan program Agritransform Batch 1, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol keberhasilan regenerasi petani muda sekaligus penguatan komoditas cabai sebagai salah satu upaya menekan inflasi daerah.

CEO Muda Tani, Audri Syahroni mengatakan program Agri-Transform Batch 1 telah selesai dilaksanakan dengan fokus pelatihan mulai dari fase budidaya hingga pengolahan hasil pertanian. Menurutnya, para peserta berasal dari berbagai latar belakang yang dipersiapkan menjadi motor penggerak pertanian modern di daerahnya masing-masing.

“Harapannya peserta yang sudah kita latih bisa kembali ke daerahnya, memberikan dampak bagi lingkungan sekitar, dan ikut belajar serta mengembangkan pertanian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, komoditas utama yang dibudidayakan pada batch pertama adalah cabai. Selain budidaya, peserta juga mendapatkan pelatihan pengolahan hasil panen.

Menurut Audri, pemilihan cabai bukan tanpa alasan. Komoditas tersebut selama ini menjadi salah satu penyumbang inflasi daerah karena harganya yang kerap berfluktuasi di pasaran. Dengan meningkatnya produksi cabai melalui keterlibatan petani muda, diharapkan pasokan tetap terjaga sehingga dapat membantu stabilitas harga di tingkat konsumen.

Ia menambahkan, regenerasi petani menjadi tantangan penting di sektor pertanian saat ini. Karena itu, Muda Tani berupaya menghadirkan pendekatan pertanian berbasis teknologi agar lebih menarik bagi generasi muda sekaligus mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

“Pesan kami untuk para pemuda dan peserta, tetap semangat meneruskan perjuangan pertanian dan terus mengikuti perkembangan teknologi yang lebih maju,” katanya.

Muda Tani juga memastikan program Agritransform akan berlanjut ke Batch 2 yang direncanakan mulai dipersiapkan dalam tiga bulan ke depan. Selain cabai, pihaknya membuka peluang pengembangan komoditas pertanian lain menyesuaikan kebutuhan dan potensi daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....