Tiga Mahasiswi PAI UMP Abadikan Pengalaman Magang dalam Buku

  • 20 Mei 2026 21:26 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Program magang yang dijalani di sekolah menjadi pengalaman berharga bagi tiga mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Dari pengalaman tersebut, mereka berhasil menuangkannya menjadi sebuah buku berjudul “Antara Waktu, Belajar, dan Kenangan”. Kegiatan magang itu sendiri berlangsung di SMK Muhammadiyah Sumpiuh pada 11 Agustus hingga 19 Desember 2025.

Tiga mahasiswi tersebut yakni Hikmatusobriyani, Muthia Amelia, dan Maulidiya Nabila. Mereka membagikan kisah di balik proses penulisan buku yang terinspirasi dari pengalaman selama menjalani program magang di sekolah tersebut.

Buku itu berisi kumpulan cerita sekaligus refleksi pengalaman selama lima bulan menjalani magang di SMK Muhammadiyah Sumpiuh. Melalui tulisan tersebut, mereka mendokumentasikan proses belajar, dinamika kehidupan sekolah, hingga perjalanan menjadi calon pendidik.

Salah satu penulis, Maulidiya Nabila, mengatakan buku “Antara Waktu, Belajar, dan Kenangan” lahir dari pengalaman magang yang penuh pembelajaran, kebersamaan, dan proses pendewasaan diri sebagai calon guru.

“Melalui pengalaman magang ini, kami belajar banyak hal tentang dunia pendidikan, kebersamaan, dan proses menjadi calon pendidik. Karena itu, kami ingin mengabadikannya dalam bentuk buku agar dapat menjadi kenangan sekaligus inspirasi bagi mahasiswa lainnya,” ujar Maulidiya Nabila dalam keterangan yang diterima RRI, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, proses penulisan dilakukan secara bertahap dengan mengumpulkan pengalaman pribadi masing-masing penulis selama berada di lingkungan sekolah. Pengalaman tersebut kemudian dirangkai menjadi cerita reflektif yang dekat dengan kehidupan mahasiswa maupun dunia pendidikan.

Dalam buku tersebut, mereka menuliskan beragam pengalaman selama magang, mulai dari proses adaptasi di lingkungan sekolah, interaksi dengan siswa, hingga pelajaran mengenai tanggung jawab dan profesionalitas sebagai calon guru. Seluruh cerita dikemas dengan gaya sederhana dan personal sehingga mudah dipahami pembaca.

“Saya dan teman-teman merasa bahagia karena bisa menulis buku. Ini menjadi pengalaman baru yang memberikan banyak pelajaran. Selain melatih kemampuan menulis, proses ini juga membantu kami merefleksikan perjalanan belajar selama magang,” ucapnya.

Ketua Program Studi PAI UMP, Dr. A. Sulaeman, M.S.I., mengapresiasi karya yang dihasilkan para mahasiswa. Menurutnya, langkah mahasiswa mengubah pengalaman magang menjadi karya literasi merupakan bentuk kreativitas sekaligus kontribusi positif di bidang pendidikan.

“Kami sangat mengapresiasi semangat mahasiswa yang mampu mengubah pengalaman magang menjadi sebuah karya buku. Semoga ini dapat memotivasi mahasiswa PAI lainnya untuk terus berkarya, menulis, dan menghadirkan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap budaya literasi di kalangan mahasiswa terus berkembang sehingga pengalaman belajar tidak hanya menjadi cerita pribadi, tetapi juga dapat memberi manfaat dan inspirasi bagi banyak orang.

Melalui buku Antara Waktu, Belajar, dan Kenangan, ketiga mahasiswi tersebut berharap pengalaman mereka selama magang dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus produktif, kreatif, dan berani menghasilkan karya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....