Jelang Idul Adha, Harga Sapi Hidup Melonjak
- 19 Mei 2026 11:03 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas : Menjelang Hari Raya Idul Adha, kondisi harga hewan kurban jenis sapi di Kabupaten Banyumas mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Meski harga daging sapi potong di pasar tradisional dipastikan masih bertahan stabil di kisaran Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram, hal berbeda justru terjadi pada komoditas hewan utuhnya (sapi hidup) yang mengalami kenaikan hingga jutaan rupiah per ekor.
Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Muhammad Arief Hidayat, S.Pt., M.P., menjelaskan bahwa saat ini terjadi tren kenaikan harga jual sapi hidup berkisar antara Rp2.000.000 hingga Rp3.000.000 per ekor. Kenaikan ini sudah mulai terasa secara bertahap seiring meningkatnya minat masyarakat yang berburu hewan kurban jauh-jauh hari.
“Kalau harga daging itu masih stabil, masih kisaran Rp140.000 - Rp150.000. Cuma kalau harga sapinya itu saat ini naik dari Rp2.000.000 sampai Rp3.000.000,” ujarnya.
Lebih lanjut, pergeseran harga ini mengubah peta anggaran para calon pekurban karena sapi hidup yang sebelumnya dijual seharga Rp21.000.000 kini naik ke kisaran Rp23.000.000 hingga Rp24.000.000 per ekor. Berdasarkan polanya, peningkatan pembelian oleh masyarakat Banyumas sebenarnya sudah mulai dicicil sejak pasca-Lebaran Idul Fitri demi mendapatkan pilihan yang lebih beragam.
Hal senada juga mempengaruhi dinamika pasokan di tingkat pedagang lokal karena populasi sapi siap kurban di Banyumas hanya tersedia sekitar 2.000 hingga 3.000 ekor. Alhasil, ketergantungan terhadap pasokan luar daerah seperti Kebumen, Banjarnegara, hingga Madura menjadi sangat tinggi dan memicu kenaikan harga akibat adanya biaya logistik tambahan.
“Palingnya sekitar 2 ribu itu yang bisa disembelih dan sudah layak untuk dikurbankan. Nah sisanya itu dari luar Banyumas, atau dari Kebumen, dari Banjar Negara, dan bahkan dari Jawa Timur,” tambahnya.
Terakhir, Arief Hidayat menyampaikan harapannya agar masyarakat ataupun panitia kurban tidak hanya terpaku pada harga yang sedang naik. Beliau mengimbau agar para calon pembeli tetap memprioritaskan kualitas fisik dan pemenuhan syariat dari hewan kurban tersebut.
“Harapan kami untuk panitia kurban ataupun masyarakat, apabila ingin membeli sapi itu dicek terlebih dahulu. Yang pertama sesuai syariat, hewan kurban itu sudah poel (cukup umur). Terus yang kedua, pilih yang benar-benar sehat dan tidak cacat," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....