Menjadi Dewasa tanpa Kehilangan Diri Sendiri

  • 18 Mei 2026 10:29 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Dialog Ruang Psikologi RRI Purwokerto membahas tema “Menjadi Dewasa Tanpa Kehilangan Diri Sendiri” bersama narasumber Imam Faisal H.,S.Psi.,M.A. Imam Faisal menyebut kondisi tersebut sebagai proses adaptasi yang wajar.

“Sebenarnya bukan hilang, tetapi kita beradaptasi. Saat dewasa, kita cenderung menerima hasil pembentukan diri dari fase sebelumnya,” katanya.

Imam Faisal menambahkan bahwa masa anak-anak hingga remaja merupakan fase pencarian jati diri, sedangkan masa dewasa adalah tahap menerima sekaligus menyesuaikan diri dengan realitas kehidupan. Namun, ia mengingatkan adanya dua kondisi ekstrem yang perlu dihindari, yakni kehilangan diri sendiri (depersonalisasi) dan terlalu mempertahankan diri secara kaku.

“Ada orang yang melebur dengan lingkungan sampai seperti robot, tapi ada juga yang terlalu ‘be yourself’ hingga jadi egois dan tidak mau berkembang,” katanya.

Menurutnya, posisi ideal adalah berada di tengah, yakni tetap mengenal diri sendiri namun fleksibel terhadap perubahan. Lebih lanjut, Imam Faisal menjelaskan bahwa depersonalisasi dapat dipicu oleh kelelahan, tekanan, atau pengaruh lingkungan yang kuat.

Kondisi ini berisiko menurunkan daya kritis seseorang. Ia juga menyoroti pengaruh teknologi dan media sosial yang membuat individu mudah membandingkan diri dengan orang lain, sehingga semakin bingung menentukan jati diri.

Imam Faisal menyarankan pentingnya refleksi diri dan mengenali faktor penyebab perubahan. Menjadi dewasa bukan berarti kehilangan jati diri, melainkan proses menyeimbangkan antara mengenal diri sendiri dan kemampuan beradaptasi agar tetap tumbuh secara sehat dan bermakna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....