Banyumas Dorong Lansia Tangguh Demi Kesejahteraan Bangsa
- 15 Mei 2026 16:50 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Persentase penduduk lanjut usia (lansia) di Kabupaten Banyumas saat ini menyentuh angka 14-15 persen, angka yang melampaui rata-rata nasional sebesar 12 persen. Kondisi ini mendorong pentingnya penguatan kesadaran masyarakat dalam menciptakan "Lansia Tangguh" sebagai pilar kesejahteraan daerah.
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Ns.Dedy Purwito,S.Kep.,M.Sc.Ph.D., menjelaskan bahwa secara umum kondisi kesehatan lansia cenderung menurun akibat penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes melitus. Menurutnya, kondisi kesehatan di masa tua merupakan akumulasi dari gaya hidup sejak masa remaja.
“Lansia tidak bisa berdiri sendiri tiba-tiba sehat tanpa melihat rekam jejaknya. Pola makan, pola tidur, dan aktivitas semasa remaja sangat berelasi dengan kondisi tubuh di masa tua,” ujarnya.
Dedy juga memaparkan bahwa indikator lansia tangguh tidak hanya dilihat dari aspek fisik yang mandiri, tetapi juga kesehatan mental yang positif. Ia menekankan agar lansia tidak menarik diri dari lingkungan sosial setelah memasuki masa pensiun demi menghindari fenomena post-power syndrome.
Hal senada juga menjadi perhatian terkait tantangan psikologis lansia yang kerap merasa tidak berdaya (useless). Dedy menilai, keberadaan program pemerintah seperti Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Posyandu Lansia sangat krusial untuk mempertahankan kualitas hidup mereka.
"Lansia harus diakomodir untuk mempertahankan kesehatan melalui cek kesehatan rutin secara berkala. Jika kita melakukan tindakan preventif lebih awal, kita bisa mengurangi angka kesakitan dan angka kematian," katanya.
Selain fasilitas kesehatan, peran support system dari keluarga dan masyarakat menjadi kunci utama. Masyarakat diharapkan tidak memandang lansia sebagai kelompok yang sudah tidak produktif, melainkan sebagai warga senior yang tetap berhak mendapatkan kesempatan untuk berkarya dan dihargai.
Terakhir, Dedy menyampaikan pesannya agar masyarakat mulai memperbaiki gaya hidup sedini mungkin sebelum memasuki usia senja. Ia berharap kolaborasi antara keluarga dan layanan kesehatan melalui program ILP dapat menjamin kehidupan lansia yang lebih berkualitas di masa depan.
"Jangan memandang lansia sebagai orang yang tidak mempunyai daya upaya, tapi berilah mereka kesempatan. Berawal dari keluarga kemudian masyarakat, mereka bisa diberdayakan untuk mengantisipasi masalah-masalah kesehatan," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....