UMP Dorong Infrastruktur Ramah Lingkungan lewat Civil Carnival 10.0
- 13 Mei 2026 15:47 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Isu pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan ramah lingkungan menjadi perhatian dalam Seminar Nasional Civil Carnival 10.0 yang digelar Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Sains Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Selasa (12/5/2026).
Kegiatan ini mengangkat tema “Menjawab Tantangan Global Melalui Modernisasi Infrastruktur Ramah Lingkungan dan Green Building Berbasis SDGs 9” sebagai upaya mendorong pengembangan konstruksi modern yang berkelanjutan.
Seminar tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan di sejumlah daerah di Indonesia. Selain seminar nasional, Civil Carnival 10.0 juga diramaikan dengan berbagai kompetisi akademik bidang teknik sipil yang menjadi sarana pengembangan inovasi dan keterampilan mahasiswa.
Ketua Program Studi Teknik Sipil UMP, Assoc. Prof. Dr. Juanita, S.T., M.T., ACPE., mengatakan Civil Carnival 10.0 tidak sekadar menjadi forum diskusi akademik, tetapi juga wadah untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang konstruksi dan perancangan.
“Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi material, logika struktur, hingga kemampuan perancangan digital dan manajerial di dunia konstruksi,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Rabu (13/5/2026).
Juanita menjelaskan, berbagai kompetisi seperti lomba beton, lomba balsa, lomba AutoCAD, hingga lomba tender dirancang menyerupai kondisi nyata di industri jasa konstruksi. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
| Baca juga: UMP Perkuat Ekosistem Riset Bersama BRIN |
Sementara itu, Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, mengapresiasi Fakultas Teknik dan Sains, khususnya Program Studi Teknik Sipil, yang dinilai konsisten menghadirkan kegiatan akademik inovatif dan sesuai dengan perkembangan dunia konstruksi modern.
Menurutnya, mahasiswa teknik sipil dituntut terus adaptif terhadap perkembangan teknologi konstruksi agar mampu menghadirkan inovasi pembangunan yang sesuai kebutuhan masa depan tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan.
“Tema yang diangkat sangat bagus dan sejalan dengan arah pengembangan universitas maupun fakultas teknik. Kami bangga karena kegiatan ini diikuti lebih dari 100 delegasi dari berbagai daerah di Indonesia,” ucapnya.
Dalam seminar tersebut, Guru Besar Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Ir. Muhamad Abduh, M.T., Ph.D., menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga tangguh terhadap risiko bencana.
Ia menyebut kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan cincin api Pasifik membuat pembangunan infrastruktur harus dirancang secara khusus agar mampu menghadapi ancaman gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga dampak perubahan iklim.
“Infrastruktur berkelanjutan itu harus resilien atau tangguh terhadap bencana. Indonesia memiliki karakteristik berbeda dengan negara lain karena berada di wilayah yang rentan gempa, banjir, dan berbagai bencana alam lainnya. Karena itu pembangunan infrastruktur harus disesuaikan dengan kondisi geografis Indonesia,” tuturnya.
Menurutnya, konsep green building dan modernisasi infrastruktur yang sejalan dengan SDGs 9 perlu memperhatikan efisiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan, serta aspek keselamatan jangka panjang bagi masyarakat.
“Jangan hanya membangun infrastruktur yang terlihat modern, tetapi juga harus dipastikan mampu bertahan dalam jangka panjang, aman bagi masyarakat, dan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan,” ucapnya.
Melalui Civil Carnival 10.0, UMP berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi akademik yang mendorong lahirnya berbagai gagasan dan inovasi di bidang teknik sipil, terutama dalam mendukung pembangunan infrastruktur modern yang ramah lingkungan, tangguh terhadap bencana, dan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....