BPJS Ketenagakerjaan Cilacap Perkuat Sinergi Lindungi Pekerja Rentan

  • 11 Mei 2026 11:32 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap : BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan sektor informal melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, hingga dunia usaha dinilai menjadi kunci agar perlindungan sosial dapat menjangkau lebih banyak pekerja.

Hal tersebut disampaikan Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho, saat menghadiri kegiatan Semarak Milad ke-109 ‘Aisyiyah dan Hari Ber-‘Aisyiyah Kabupaten Purworejo di Alun-Alun Purworejo, Minggu (10/5/2026).

Dalam sambutannya, Agung mengucapkan selamat Milad kepada organisasi perempuan Islam ‘Aisyiyah yang selama lebih dari satu abad dinilai konsisten memberikan kontribusi bagi masyarakat di berbagai bidang.

“Atas nama BPJS Ketenagakerjaan, kami menghaturkan selamat Milad ke-109 kepada seluruh keluarga besar ‘Aisyiyah. Selama lebih dari satu abad, ‘Aisyiyah telah menjadi organisasi perempuan Islam yang konsisten berkontribusi dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, pemberdayaan perempuan hingga penguatan ekonomi umat,” ujar Agung.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo atas komitmennya dalam menghadirkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja, khususnya pekerja rentan.

Data BPJS Ketenagakerjaan mencatat, perlindungan telah diberikan kepada 1.100 pekerja rentan serta 1.400 petani tembakau dan penderes yang dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Selain itu, sebanyak 5.664 tenaga kerja yang terdiri dari anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua RT, dan RW di Kabupaten Purworejo juga telah mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Tak hanya itu, sebanyak 3.458 guru mengaji di Purworejo kini juga telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan turut menyerahkan perlindungan kepada 166 guru yang mendapatkan dukungan melalui dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen.

“Melalui momentum ini kami berharap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat semakin meluas dan menjadi budaya bersama. Ketika pekerja terlindungi, maka keluarga menjadi lebih tenang, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan masyarakat pun akan semakin baik,” kata Agung.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cilacap, Rulli Jaya Santika, menegaskan pihaknya siap memperkuat sinergi bersama berbagai pihak untuk memperluas cakupan perlindungan pekerja rentan di wilayah Cilacap.

Menurutnya, kolaborasi seperti yang terbangun dalam kegiatan bersama ‘Aisyiyah di Purworejo menjadi contoh nyata bagaimana perlindungan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah.

“Kami di BPJS Ketenagakerjaan Cilacap terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan sektor usaha agar semakin banyak pekerja rentan yang terlindungi. Perlindungan sosial ketenagakerjaan bukan sekadar program, tetapi investasi perlindungan masa depan bagi pekerja dan keluarganya,” ujar Rulli.

Ia menambahkan, upaya memperluas perlindungan bagi pekerja informal dan rentan juga sejalan dengan Gerakan Nasional Perlindungan 10 Juta Pekerja Rentan yang saat ini tengah digencarkan pemerintah.

Rulli berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sehingga perlindungan menyeluruh bagi pekerja Indonesia dapat segera terwujud.

“Ketika pekerja merasa aman, produktivitas akan meningkat dan kesejahteraan masyarakat akan ikut terangkat. Ini adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Momentum Milad ‘Aisyiyah ke-109 pun menjadi pengingat penting bahwa perlindungan pekerja membutuhkan dukungan dan gotong royong seluruh elemen bangsa agar kesejahteraan masyarakat dapat tercipta secara inklusif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....