Banyumas Dorong Konsep Zero Waste to Money
- 09 Mei 2026 22:58 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas terus mendorong pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi. Konsep tersebut dikenal dengan istilah zero waste to money, yakni pengelolaan sampah yang diharapkan dapat mengurangi limbah sekaligus menghasilkan pendapatan untuk mendukung pembiayaan pengelolaan sampah itu sendiri.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, pendekatan pengelolaan sampah di Banyumas berbeda dengan sejumlah daerah lain yang mengembangkan konsep zero waste to energy dengan biaya investasi besar. Banyumas justru mendorong sistem yang mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung.
“Saya kepenginnya zero waste to money, jadi sampahnya hilang dan menghasilkan uang yang bisa digunakan kembali untuk biaya pengelolaan sampah tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan sistem pengelolaan sampah di Banyumas tidak dicapai secara instan. Ia mengungkapkan Banyumas pernah mengalami krisis sampah pada 2018 akibat penutupan sejumlah tempat pembuangan akhir karena penolakan masyarakat.
“Saat itu sampah ada di mana-mana. Banyak tempat pembuangan akhir ditutup karena penolakan masyarakat,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah saat itu harus mengalokasikan anggaran pengelolaan sampah mencapai Rp30 hingga Rp40 miliar per tahun.
Seiring berjalannya waktu, Banyumas mulai mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas hingga tingkat desa. Sampah tidak hanya dikurangi, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.
Jadi Rujukan Internasional
Model pengelolaan sampah yang dikembangkan Banyumas menarik perhatian dunia internasional. Terkini, perusahaan pengelolaan limbah dan kebersihan publik di Selangor, Malaysia, KDEB Waste Management, datang langsung ke Banyumas untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah.
CEO KDEB Waste Management Selangor, Dato Ramli, mengaku tertarik dengan sistem pengelolaan sampah Banyumas, terutama model pengelolaan berbasis kampung yang dinilai efektif diterapkan di masyarakat.
Menurutnya, sistem desentralisasi pengelolaan sampah hingga tingkat desa menjadi salah satu keunggulan Banyumas yang ingin dipelajari dan dikembangkan di Selangor.
“Di Selangor, kami memiliki hampir 275 kampung tradisi. Kami melihat upaya di Banyumas ini sebagai model yang sangat baik untuk dipelajari guna meningkatkan pengelolaan sampah di kampung-kampung kami,” ujarnya.
Kunjungan tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama antara Banyumas dan Selangor, mulai dari transfer teknologi pengolahan sampah, pengembangan manajemen berbasis komunitas, hingga peluang investasi bisnis pengelolaan limbah.
Pertemuan itu menjadi kelanjutan komunikasi yang sebelumnya telah terjalin antara kedua pihak. Delegasi Malaysia tercatat beberapa kali berkunjung ke Banyumas, sementara Pemerintah Kabupaten Banyumas juga pernah diundang ke Kuala Lumpur untuk memaparkan sistem pengelolaan sampah yang dikembangkan di daerah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....