Festival Banyumas Didorong Jadi Penggerak Ekonomi UMKM dan Pariwisata Kota Lama

  • 13 Sep 2026 06:55 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Kecamatan Banyumas mendorong penyelenggaraan festival di kawasan Kota Lama Banyumas tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal tersebut disampaikan Camat Banyumas, Jakarta Tisam.

Ia mengatakan festival menjadi salah satu pemantik untuk mewujudkan Kota Lama Banyumas sebagai pusat budaya Banyumasan. Menurutnya, keberhasilan festival harus ditopang keterlibatan aktif masyarakat sebagai pelaku utama dalam ekosistem wisata.

“Festival itu berawal dari masyarakat itu sendiri. Artinya, peran aktif masyarakat sebagai pelaku utama atau aktor dari wisata Kota Lama Banyumas menjadi yang utama,” ujarnya.

Ia menilai, penyelenggaraan festival selama ini telah memberikan sejumlah dampak, mulai dari meningkatnya kunjungan wisatawan hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, di sisi lain, festival juga menimbulkan sejumlah konsekuensi seperti kemacetan dan meningkatnya volume sampah.

Karena itu, pihaknya berharap manfaat ekonomi festival dapat dirasakan secara inklusif oleh seluruh pihak yang terlibat, tidak hanya pengusaha besar, tetapi juga UMKM, pelaku seni, juru parkir, serta masyarakat sekitar.

“Kami berharap inklusivitas ekonomi bisa terwujud. Jadi tidak hanya satu atau dua orang atau pengusaha besar, tetapi pengusaha besar, UMKM, pelaku seni, stakeholder lainnya, bahkan tukang parkir dan masyarakat semuanya merasakan dampaknya,” katanya.

Jakarta menyebut salah satu tantangan utama adalah durasi festival yang umumnya hanya berlangsung satu atau dua hari. Kondisi tersebut membuat dampak ekonomi terhadap masyarakat juga cenderung berlangsung singkat.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kecamatan Banyumas mendorong adanya pengembangan konsep festival dengan durasi yang lebih panjang maupun penggabungan sejumlah kegiatan yang waktunya berdekatan.

Menurutnya, semakin lama wisatawan berada di kawasan Kota Lama Banyumas, semakin besar pula peluang ekonomi yang dapat diperoleh masyarakat. Wisatawan yang menginap, misalnya, akan membutuhkan berbagai kebutuhan mulai dari akomodasi hingga konsumsi.

“Kalau kunjungan wisata dan festival hanya satu hari, ya hanya makan saat dia datang. Tapi kalau sampai menginap, berarti makan pagi, makan siang, makan malam bisa dilakukan di Kota Lama Banyumas,” katanya.

Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan peluang lebih besar bagi UMKM Banyumas yang mayoritas bergerak di sektor kuliner. Selain itu, peningkatan lama tinggal wisatawan juga diharapkan dapat mendorong tingkat okupansi penginapan dan menggerakkan sektor ekonomi lainnya.

Ke depan, Jakarta meminta pelaku UMKM semakin aktif dalam meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta memanfaatkan berbagai kegiatan sebagai sarana promosi. Kecamatan Banyumas, lanjutnya, berupaya menyediakan ruang dan event yang dapat dimanfaatkan UMKM untuk memperkenalkan produk mereka, di antaranya melalui Pekan Banyumasan dan berbagai festival yang diselenggarakan sepanjang tahun.

Ia menegaskan, keberhasilan pengembangan wisata Kota Lama Banyumas pada akhirnya sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat.

“Dengan peran aktif dari UMKM, semua yang ada di ekosistem wisata Kota Lama Banyumas ini benar-benar bisa memberikan dampak ke semuanya. Kuncinya satu, masyarakat menjadi faktor utamanya,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....