Sapi Jumbo 1,08 Ton Milik Petani Banjarnegara Jadi Hewan Kurban Bantuan Presiden
- 08 Mei 2026 11:50 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara - Seekor sapi jumbo milik petani asal Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, terpilih menjadi hewan kurban Bantuan Masyarakat (Banmas) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Sapi milik Amin Sutoyo tersebut mencuri perhatian karena memiliki bobot fantastis. Saat terakhir ditimbang sekitar 50 hari lalu, berat sapi mencapai 1 ton 80 kilogram. Dengan perawatan intensif hingga hari penyembelihan, bobotnya diperkirakan masih dapat bertambah hingga menembus 1,2 ton.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banjarnegara, Agung Yuwono, mengatakan sapi tersebut dipilih setelah adanya koordinasi dari pemerintah provinsi terkait pengadaan sapi bantuan presiden.
“Awalnya kami dihubungi dari provinsi terkait sapi bantuan presiden. Setelah dilakukan peninjauan, akhirnya dipilih sapi milik peternak asal Wanayasa yang dipelihara di wilayah Pejawaran,” kata Agung, Kamis (8/5/2026).
Menurut dia, sapi dengan bobot di atas satu ton memiliki nilai tersendiri dibandingkan sapi pada umumnya. Pemilik sapi membuka harga sekitar Rp120 juta, termasuk biaya perawatan hingga hari pelaksanaan kurban dan transportasi.
“Kalau sapi di bawah satu ton tentu harganya berbeda. Untuk sapi di atas satu ton ini sudah kategori istimewa,” ujarnya.
Tak hanya berukuran besar, sapi tersebut juga memiliki tampilan unik dan tergolong langka. Sapi itu merupakan hasil persilangan Simental dan Charolais asal Perancis dengan warna keemasan yang mencolok. Bentuk tubuhnya kekar dengan otot paha belakang menonjol, sekilas menyerupai sapi Belgian Blue.
“Jenisnya memang cukup unik dan jarang, dengan kualitas fisik yang sangat baik,” tambah Agung.
Rencananya, sapi bantuan presiden tersebut akan disalurkan sebagai hewan kurban untuk masyarakat di wilayah yang membutuhkan, khususnya daerah dengan tingkat ekonomi rendah di Banjarnegara.
Di balik kebanggaan itu, tersimpan kisah haru dari sang pemilik, Amin Sutoyo. Petani sederhana tersebut mengaku tidak pernah membayangkan sapi yang dirawatnya selama lima tahun bisa terpilih menjadi sapi kurban Presiden RI.
“Saya tidak menyangka sekali, sedih sekaligus senang. Saya ini hanya petani biasa, tapi sapi saya bisa dipilih jadi sapi banmas orang nomor satu di Indonesia,” ungkap Amin.
Ia menuturkan, proses pemilihan bermula ketika rekannya membawa calon pembeli untuk melihat sapi miliknya. Dari sana komunikasi terus berlanjut hingga akhirnya sapi tersebut resmi dipilih.
Sapi itu dirawat Amin sejak masih pedet hingga kini berusia sekitar lima tahun. Untuk menjaga kondisi tetap prima, Amin memberikan pakan berkualitas, vitamin, hingga jamu herbal secara rutin. Kebersihan kandang juga dijaga ketat agar sapi tetap sehat hingga hari penyembelihan.
“Bahkan yang boleh masuk kandang saya batasi, tidak sembarang orang. Saya ingin sapi tetap sehat sampai hari penyembelihan,” katanya.
Meski bangga, Amin mengaku tetap merasa haru karena harus berpisah dengan sapi yang telah lama dirawat penuh ketelatenan.
“Sedih karena harus berpisah, tapi ini juga kebanggaan. Dulu saya hanya bermimpi sapi saya bisa dipilih, ternyata sekarang benar-benar terwujud,” ucapnya. (jkw)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....