Produksi Susu Sapi Perah di Banyumas Menurun saat Kemarau
- 31 Jul 2026 07:33 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Produksi susu sapi perah di Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, mengalami penurunan volume selama musim kemarau tahun ini. Meski kondisi fisik ternak tergolong stabil dan pasokan air terjamin, pergantian rumput hijau dengan pakan alternatif seperti jerami dan ketebon (pohon jagung) mempengaruhi hasil perah harian para peternak.
Khabib, Ketua Kelompok Peternakan Sapi Perah Desa Singasari mengaku bahwa produktivitas susu menurun ketika jerami menjadi pakan utama.
"Dari produksi beda, masalahnya jerami di musim sekarang hanya untuk bertahan hidup menunggu rumput gajahnya normal. Iya berkurang (produksi susunya)," ujarnya.
Meski jumlah produksi turun, harga jual susu masih relatif stabil. Di koperasi, harga susu berkisar Rp7.000–Rp7.600 per liter tergantung kualitas, ditambah fasilitas kesehatan untuk ternak dan kesejahteraan lainnya. Sementara harga jual eceran mencapai Rp11.000 per liter.
Di tengah upaya menjaga kestabilan, para peternak berharap ada perhatian dan dukungan kembali dari pemerintah. Bantuan yang pernah diterima kini terhenti tanpa ada kabar lanjutan. Padahal, potensi pengembangan industri susu dalam negeri masih sangat besar.
"Di Indonesia khususnya, kebutuhan susu baru tercukupi 20%, sedangkan 80% masih impor. Di sini banyak petani yang masih berharap dengan penambahan populasi (sapi)," kata Khabib. (Andika)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....