Dinarpusda Banyumas Fasilitasi Produksi Film Animasi Babad Baturraden
- 06 Mei 2026 08:39 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Kolaborasi antara Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Banyumas dengan SMP Telkom Purwokerto melahirkan film animasi berjudul Babad Baturraden. Karya ini menjadi bagian dari peringatan hari jadi ke-10 SMP Telkom Purwokerto sekaligus persembahan untuk Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinarpusda Banyumas Fuad Zein Arifin menilai, film ini tidak hanya menjadi karya kreatif pelajar, tetapi juga menunjukkan sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam melestarikan sejarah lokal melalui media digital.
“Kita hanya memfasilitasi rencana itu, sehingga pelaksanaan ini bisa terlaksana dengan lancar, termasuk menyediakan sumber-sumber referensi dari awal,” ujar Fuad kepada RRI usai peluncuran film pada Selasa (5/5/2026).
Sejak tahap awal, Dinarpusda berperan sebagai fasilitator yang membantu kebutuhan tim produksi, mulai dari penyediaan referensi hingga ruang diskusi dalam pengembangan ide.
Proses pendampingan juga dilakukan saat film telah memasuki tahap akhir. Tim produksi kembali berkonsultasi untuk memastikan konten yang disajikan tetap sesuai dengan nilai sejarah.
“Kami juga memberikan komentar terkait pembuatan filmnya, mungkin ada hal-hal yang masih perlu diperbaiki dalam proses editing,” ucap Fuad.
Tidak berhenti di produksi, Dinarpusda juga mendukung proses peluncuran film dengan menyediakan fasilitas ruang mini teater Citra Vistara. Ruang tersebut menghadirkan suasana layaknya bioskop sehingga memberikan pengalaman menonton yang lebih maksimal bagi para undangan.
“Acara launching kita fasilitasi di ruang mini teater ini agar memberikan kesan seperti di teater sesungguhnya,” tutur Fuad.
Selain pemutaran film, Dinarpusda juga mendokumentasikan hasil karya tersebut dalam bentuk komik dan film sebagai koleksi literasi. Komik disimpan di perpustakaan, sementara film dapat diputar untuk masyarakat secara gratis sebagai bentuk layanan publik.
“Semua ini tidak berbayar dan diharapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, baik dalam bentuk buku maupun film,” kata Fuad.
| Baca juga: UMP Perkuat Ekosistem Riset Bersama BRIN |
Sementara itu, Sutradara Film Babad Baturraden Deuis Nur Astrida menyampaikan bahwa timnya memanfaatkan Artificial Intellingence dalam proses pembuatan karya. Menurutnya, teknologi ini menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan waktu dan sumber daya dalam proses produksi.
“Kami menggunakan AI karena diburu waktu, kalau membuat animasi secara manual membutuhkan waktu yang sangat lama dan tenaga yang banyak,” ujar Deuis
Dengan bantuan AI, proses pembuatan visual menjadi lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Hal ini memungkinkan film dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar tiga bulan.
Meski demikian, penggunaan AI tidak serta-merta membuat proses menjadi mudah. Tim tetap harus memiliki konsep yang matang agar hasil visual sesuai dengan yang diharapkan.
“Kita harus membuat prompt yang detail supaya visualisasi yang dihasilkan sesuai dengan ide yang kita inginkan,” kata Deuis.
Proses trial and error menjadi bagian penting dalam penggunaan AI. Tim harus berulang kali memasukkan perintah hingga mendapatkan hasil gambar yang sesuai dengan kebutuhan cerita.
Selain itu, tantangan juga muncul dalam menyesuaikan visual dengan latar sejarah yang diangkat. Tim harus melakukan riset mendalam terkait bentuk bangunan, pakaian, dan suasana masa lalu.
“Kadang hasil yang muncul tidak sesuai harapan, jadi kita harus bolak-balik memberikan perintah sampai hasilnya sesuai,” ujar Deuis.
Penggunaan AI dalam proyek ini juga menjadi upaya untuk mengubah pandangan negatif masyarakat terhadap teknologi tersebut. Tim ingin menunjukkan bahwa AI dapat dimanfaatkan secara positif.
Menurut Deuis, kreativitas tetap menjadi faktor utama dalam menghasilkan karya, sementara AI berperan sebagai alat pendukung dalam proses produksi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa AI tidak selalu negatif, justru bisa digunakan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat,” ucap Deuis. (Ilham Ramdhani).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....