RRI Purwokerto Komitmen Perkaya Musik Daerah hingga Acara Olahraga

  • 21 Sep 2026 15:15 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto — Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Purwokerto menanggapi sejumlah aspirasi dan masukan yang disampaikan oleh pendengar dari Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Cilacap, Kasinan. Masukan tersebut mencakup variasi musik daerah, pengaktifan kembali siaran budaya dan olahraga, hingga kendala teknis frekuensi penyiaran.

Kepala RRI Purwokerto, Mo Slamet Faozan, S.Sos., menanggapi usulan terkait variasi lagu-lagu calungan dan kelenengan yang dinilai masih terbatas. Pihaknya menegaskan bahwa RRI Purwokerto saat ini tengah mengevaluasi dan berupaya memperkaya koleksi musik khas Banyumasan tersebut.

"Kita lagi evaluasi itu dan apakah memungkinkan calungan era modern, modifikasi, atau instrumen lain. Intinya kita ingin memperbanyak dan memperkaya bahan musik calungan maupun kelenengan di Purwokerto dan Banyumas. RRI tidak sendirian, nanti bersama Dewan Kesenian Banyumas, Pemda, dan Dinas Kebudayaan," ujarnya.

Mengenai permintaan pengaktifan kembali siaran kebudayaan seperti wayang dan ketoprak, Mo Slamet Faozan menjelaskan bahwa siaran tersebut akan diupayakan kembali untuk mengudara, baik secara live maupun tapping, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, RRI Purwokerto terus berkomitmen menguatkan konten budaya lokal.

Terkait kerinduan pendengar akan siaran langsung pertandingan sepak bola, pihak RRI Purwokerto berencana berkoordinasi dengan Direktur Program dan Produksi RRI Pusat, serta membuka peluang untuk menyiarkan kompetisi lokal seperti laga Persibas Banyumas.

"Bola masih menjadi tontonan yang menarik untuk berimajinasi melalui radio. Insyaallah nanti kita bisa penuhi ini," jelasnya.

Sementara itu, menanggapi evaluasi siaran Piala Dunia yang sempat terpotong di akhir laga serta kendala Pro 3 yang tidak mengudara, Kepala RRI Purwokerto menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan penonton dan pendengar. Penghentian siaran dilakukan untuk menyesuaikan dengan jadwal berita resmi yang berlaku. Adapun untuk Pro 3, hal itu disebabkan adanya gangguan teknis pada frekuensi 107,3 MHz yang saat ini sedang diservis, sehingga siaran dialihkan sementara ke frekuensi 89,3 MHz atau 89,1 MHz.

Di akhir tanggapannya, Mo Slamet Faozan mengapresiasi keikutsertaan anggota Pertuni dalam kegiatan nonton dan dengar bareng siaran piala dunia.

"Sebagai radio publik, salah satu kewajiban LPP RRI adalah memenuhi kebutuhan informasi dan hiburan bagi semua unsur masyarakat, termasuk teman-teman dari Pertuni," pungkasnya. (Fahira Dinda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....