Aktivis Soroti Kesadaran Warga Jaga Area Rumput Alun-Alun Purwokerto

  • 05 Mei 2026 09:39 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Dibukanya kembali area rumput Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Alun-Alun Purwokerto mendapat respons positif dari masyarakat. Oleh karenanya, masyarakat diminta turut menjaga fasilitas publik ini agar kebermanfaatannya bisa terus dirasakan bersama.

Salah satu pegiat lingkungan, Ki Topo, menilai keberadaan RTH tersebut memiliki banyak manfaat bagi warga Purwokerto dan sekitarnya. Menurutnya, alun-alun kini dapat menjadi ruang publik yang multifungsi seperti tempat rekreasi, olahraga, interaksi sosial hingga aktivitas ekonomi.

“Di Purwokerto kita sudah memiliki RTH di alun-alun sebagai salah satu ikonnya Banyumas, ada di alun-alun Purwokerto. Sangat bermanfaat sekali buat warga masyarakat Banyumas, baik kalangan tua, muda, maupun anak-anak. Karena di situ bisa menjadi tempat arena bermain, rekreasi, berolahraga, dan juga bisa menjadi sentra bisnis. Zaman sekarang kan anak-anak muda itu sering sekali melakukan bisnis COD yang paling penak adalah ning alun-alun,” ujar Ki Topo saat diwawancarai RRI Purwokerto pada Selasa (5/5/2026).

Disisi lain, Ki Topo juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas publik tersebut. Meski sebagian besar pengunjung sudah memahami cara merawat lingkungan, kegiatan berskala besar seperti konser atau nonton bareng berpotensi merusak kondisi rumput jika tidak dikelola dengan baik.

Dalam upaya menjaga kelestarian RTH, ia mendorong adanya edukasi sederhana kepada masyarakat. Salah satunya dengan saling mengingatkan antar pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak rumput, seperti menggunakan sepatu berhak tinggi atau sepatu bola di area tersebut.

“Kadang-kadang tidak disadari dan tidak terasa satu orang mencabut satu rumput tapi kalau 500 orang kan lumayan banyak itu. Terus ini pesan kami untuk khusus untuk kaum hawa, kalau masuk ke lingkungan tersebut, tolong jangan menggunakan sepatu berhak tinggi karena itu bisa merusak rumput. Juga untuk pencinta bola itu jangan menggunakan sepatu bola yang ber-pul itu,” ucap Ki Topo.

Selain itu, komunitas lingkungan juga turut berperan aktif. Topo menyebut pihaknya kerap dilibatkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam menjaga kebersihan, terutama setelah penyelenggaraan acara-acara besar seperti nonton bareng, acara musik, dan lain sebagainya. Relawan biasanya dikerahkan untuk memunguti sampah menggunakan kantong plastik hingga area kembali bersih.

Ke depan, Ki Topo berharap adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ruang publik tersebut. Ia menilai keterlibatan warga sangat penting mengingat keterbatasan jumlah petugas yang terjun di lapangan. (Azra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....