Pemkot Tegal Bersama Mitra Resmikan Purnarupa Hunian Rendah Karbon di Tegalsari

  • 30 Apr 2026 22:37 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kota Tegal - Pemerintah Kota Tegal bersama Kementerian Pekerjaan Umum meresmikan purwarupa rumah susun rendah karbon pada Rabu, (29/4/2026) di kelurahan Tegalsari, kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, sebagai solusi hunian ramah lingkungan. Proyek tersebut menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus memenuhi kebutuhan hunian layak bagi masyarakat.

Peresmian dilakukan dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk kerja sama internasional antara Indonesia dan Jepang melalui program riset berkelanjutan. Sekretaris Ditjen Cipta Karya Kementerian PU, Dian Irawati, menjelaskan bahwa purwarupa ini merupakan hasil penelitian sejak 2021 yang mengedepankan efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.

“Purwarupa ini merupakan materialisasi dari hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan selama empat tahun terakhir dan strategi metode pendinginan pasif dieksplorasi sesuai dengan zonasi iklim di Indonesia,” ujar Dian.

Ia menyebut, desain bangunan mengusung konsep pendinginan pasif dengan memaksimalkan ventilasi alami, orientasi bangunan, serta penggunaan material berinsulasi tinggi. Dengan konsep tersebut, suhu dalam ruangan tetap nyaman tanpa bergantung pada pendingin udara konvensional yang boros energi.

Selain itu, sistem konstruksi hibrida yang mengkombinasikan struktur konvensional dan kayu dinilai mampu menekan jejak karbon secara signifikan. Model tersebut diharapkan dapat menjadi acuan pembangunan hunian berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia.

Perwakilan JICA Indonesia, Kazuyuki Kakuda, menambahkan bahwa proyek rumah susun rendah karbon tidak hanya menjawab kebutuhan hunian terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari upaya dalam menghadapi perubahan iklim global. Ia menilai hasil riset menunjukkan bangunan rendah karbon memiliki potensi besar untuk diterapkan di kawasan tropis seperti Indonesia.

“These research results show the significant advantages of wooden buildings as a prototype for Rusunawa apartments in tropical regions. We believe this project presents a feasible model for comfortable, affordable, and low-carbon housing,” kata Kazayuki Kakuda.

Menurutnya, Indonesia berpeluang menjadi pemimpin di kawasan ASEAN dalam pengembangan hunian hemat energi dan ramah lingkungan. Model purwarupa yang dikembangkan di Kota Tegal bahkan dinilai dapat direplikasi di berbagai kota lain dengan kondisi iklim serupa.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menegaskan bahwa kehadiran rusun rendah karbon ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga simbol komitmen daerah dalam menjaga lingkungan. Ia menyebut Kota Tegal dipilih menjadi daerah yang dipercaya sebagai lokasi pengembangan purwarupa tersebut.

“Kota Tegal menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang dipilih sebagai lokasi purwarupa rusunawa rendah karbon, ini adalah suatu kebanggaan yang harus kita jaga dan dikembangkan,” ujar Dedy Yon.

Selain berdampak pada lingkungan, proyek tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah Kota Tegal berencana menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat pembelajaran dan rujukan bagi perguruan tinggi serta pihak lain yang ingin mempelajari konsep hunian rendah karbon.

Dengan demikian, purwarupa rumah susun rendah karbon ini tidak hanya menjadi solusi hunian masa kini, tetapi juga langkah strategis menuju pembangunan berkelanjutan. Pemerintah berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....