Bupati Tegal Tekankan Peran Madrasah Diniyah dalam Pembentukan Karakter

  • 10 Agt 2026 14:36 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Tegal – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan pentingnya peran madrasah diniyah dalam membentuk karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi.

Hal tersebut disampaikan Ischak saat membuka Pekan Madaris XXVI Tahun 2026 yang digelar Dewan Pengurus Anak Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPAC FKDT) Kecamatan Bojong di Desa Karangmulya, Kecamatan Bojong, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Ischak, pembangunan Kabupaten Tegal tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak.

Ia menilai madrasah diniyah memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam membentuk karakter generasi muda.

“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, informasi, dan arus globalisasi, anak-anak kita dihadapkan pada berbagai tantangan. Pendidikan agama menjadi benteng moral yang sangat penting agar generasi muda memiliki keimanan yang kokoh dan akhlak yang baik,” kata Ischak.

Ia menyebut, madrasah diniyah selama ini berperan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an, sikap hormat kepada guru dan orang tua, serta kepedulian terhadap sesama.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Tegal meningkatkan insentif guru ngaji pada 2026 dari sekitar Rp1,7 juta menjadi Rp2 juta. Jumlah penerima juga ditargetkan meningkat dari sekitar 9.300 menjadi 10.500 orang.

Seiring dengan peningkatan jumlah penerima, anggaran insentif guru ngaji juga naik dari sekitar Rp18 miliar menjadi Rp21 miliar.

“Pemerintah Kabupaten Tegal juga ingin terus berusaha meningkatkan kesejahteraan para ustaz dan ustazah. Tahun 2026 insentifnya sudah bertambah menjadi Rp2 juta,” jelasnya.

Ischak juga mengapresiasi penyelenggaraan Pekan Madaris oleh DPAC FKDT Kecamatan Bojong yang telah berlangsung selama puluhan tahun secara swadaya masyarakat.

Menurutnya, konsistensi tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam mendukung pendidikan keagamaan.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan swadaya masyarakat, tidak bergantung kepada pemerintah daerah, kecamatan maupun desa. Ini merupakan bentuk gotong royong yang luar biasa,” ujarnya.

Kepada para santri dan santriwati, Ischak berpesan agar terus belajar, menjaga akhlak, serta menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti Pekan Madaris XXVI.

“Yang kalah jangan menyerah, yang menang juga tidak boleh sombong. Tetap junjung sportivitas dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” pesannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....