DKPP Banyumas Lakukan Restocking Ikan, Pastikan Keberlanjutan Populasi Perairan
- 27 Apr 2026 08:15 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas — Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banyumas terus melakukan upaya pelestarian sumber daya perikanan melalui kegiatan restocking atau penebaran benih ikan di perairan umum.
Kepala Bidang Perikanan DKPP Banyumas, Elita Rosiyani, menjelaskan bahwa kegiatan restocking mengacu pada regulasi yang berlaku, yakni Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 19 Tahun 2021 serta Undang-Undang Perikanan. Dalam pelaksanaannya, pengadaan benih ikan dilakukan melalui penyedia yang bekerja sama dengan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) maupun Balai Pengembangan Ikan (BPI) yang telah memenuhi persyaratan.
“Benih yang ditebar umumnya berukuran minimal 5 hingga 7 sentimeter agar memiliki tingkat kelangsungan hidup yang baik di alam,” jelas Elita.
Ia menambahkan, beberapa jenis ikan seperti nilem dan tawes umumnya menggunakan ukuran tersebut, sementara jenis ikan uceng memiliki ukuran lebih kecil. Pemilihan ukuran ini disesuaikan dengan karakteristik masing-masing jenis ikan agar mampu beradaptasi di perairan umum.
Pada tahun ini, DKPP Banyumas telah melakukan penebaran sekitar 20 ribu benih ikan di sejumlah titik, terutama di wilayah yang terdampak banjir. Selain itu, kegiatan restocking juga dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat yang telah melalui proses verifikasi kelayakan lokasi.
Menurut Elita, ikan hasil restocking umumnya dapat mencapai ukuran konsumsi dalam waktu sekitar enam bulan, tergantung kondisi lingkungan. Namun, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menunggu hingga satu tahun sebelum melakukan penangkapan, guna memberikan kesempatan ikan berkembang biak terlebih dahulu.
“Kami sarankan satu tahun agar ikan sempat memijah, sehingga populasi bisa terus berkelanjutan,” tambahnya.
Lebih lanjut, kondisi lingkungan seperti suhu air, pH, dan kadar oksigen terlarut (DO) juga sangat memengaruhi pertumbuhan ikan. Suhu ideal berkisar antara 28 hingga 32 derajat Celsius dengan pH air antara 8 hingga 9. Faktor cuaca, termasuk curah hujan tinggi maupun fenomena iklim seperti El Nino, juga dapat berdampak pada ekosistem perairan.
Meski demikian, ikan di perairan umum umumnya memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, berbeda dengan ikan budidaya yang memerlukan perlakuan khusus.
“Karena berada di perairan umum, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah menjaga kelestarian lingkungan agar ekosistem tetap seimbang,” ujarnya.
Terkait jumlah restocking, Elita menyebutkan bahwa pada tahun ini terjadi peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Total benih ikan yang ditebar mencapai sekitar 116 ribu ekor, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang belum mencapai angka tersebut.
Dengan adanya peningkatan ini, diharapkan populasi ikan di perairan umum Banyumas dapat terus terjaga sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya para pemancing dan pelaku usaha perikanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....