BPOM dan Pemkab Banyumas Perkuat Keamanan Pangan melalui Tiga Pilar Utama
- 26 Apr 2026 21:56 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas mendorong penguatan sistem keamanan pangan terpadu melalui tiga pilar utama, yakni desa pangan aman, pasar pangan aman berbasis komunitas, dan pangan jajanan anak sekolah (PJAS) aman.
Kepala Balai POM di Banyumas, Gidion, menjelaskan bahwa ketiga pilar tersebut dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tingkat desa hingga lingkungan sekolah.
“Dalam rangka mewujudkan sistem pengawasan pangan yang lebih efektif dan menyeluruh, Badan POM telah merancang program keterpaduan keamanan pangan yang tahun ini kembali dilaksanakan di berbagai wilayah, salah satunya di Banyumas,” kata Gidion.
Ia merinci, program desa pangan aman diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat desa dalam mengawasi pangan yang dikonsumsi sehari-hari.
“Melalui program ini, kami berharap masyarakat desa mampu menjaga keamanan pangan secara mandiri, sejalan dengan semangat pembangunan dari desa,” ujarnya.
Sementara itu, pada pilar pasar pangan aman berbasis komunitas, BPOM menyoroti masih adanya tantangan terkait kebersihan dan keamanan pangan, termasuk temuan bahan berbahaya pada pangan olahan.
Untuk itu, program ini akan difokuskan pada edukasi pedagang, penguatan pengawasan terpadu, serta pembentukan komunitas peduli pangan aman di lingkungan pasar.
“Kami ingin mendorong peran aktif pengelola pasar, pedagang, dan komunitas agar pangan yang beredar memenuhi standar keamanan,” tutur Gidion.
Adapun pilar ketiga, yakni program pangan jajanan anak sekolah (PJAS) aman, bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang menyediakan jajanan sehat dan aman bagi siswa.
Upaya tersebut dilakukan melalui pembentukan kader keamanan pangan di sekolah, edukasi kepada guru, siswa, orang tua, hingga penjamah makanan, serta pengawasan kantin sekolah.
“Harapannya, anak-anak terbiasa mengonsumsi pangan yang aman dan sehat sejak dini, sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Banyumas, Lintarti, menyatakan dukungannya terhadap implementasi ketiga program tersebut. Ia menilai, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan kemandirian masyarakat.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada pengawasan, tetapi juga pada peningkatan kesadaran, pengetahuan, serta kemandirian masyarakat dalam memastikan pangan yang dikonsumsi aman,” ujarnya.
Lintarti menambahkan, keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, sekolah, pengelola pasar, hingga pelaku usaha pangan.
Ia pun mendorong agar program tersebut dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan, termasuk melalui pengelolaan kantin sehat di sekolah dan peningkatan kualitas pasar agar memenuhi kriteria pasar aman.
“Potensi lokal desa, termasuk usaha pangan rumah tangga dan kuliner khas, perlu dikembangkan dengan tetap mengedepankan aspek keamanan pangan,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....