Haornas 2026, Dorong Olahraga Jadi Bagian dari Gaya Hidup Masyarakat
- 09 Sep 2026 14:14 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk terus mendorong olahraga menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat. Upaya tersebut dilakukan dengan memperluas akses dan kegiatan olahraga hingga ke tingkat desa, RW, bahkan RT.
Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan Dinporabupdar Kabupaten Banyumas, Luqman Rais Maulana, mengatakan Haornas 2026 mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar”. Menurutnya, tema tersebut menegaskan pentingnya olahraga yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi kebiasaan masyarakat.
“Olahraga ini sudah bisa memasyarakat dan menjangkau seluruh kalangan di masyarakat, khususnya di Kabupaten Banyumas. Olahraga harus hadir sampai ke tingkat desa-desa, bahkan RW dan RT,” kata Luqman.
Ia menjelaskan, Dinporabupdar Banyumas mendorong budaya olahraga melalui berbagai program pengembangan kapasitas daya saing keolahragaan, baik untuk olahraga prestasi maupun olahraga masyarakat.
Untuk olahraga masyarakat, salah satu kegiatan yang terus didorong adalah senam kebugaran bersama dengan menggandeng Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Banyumas. Kegiatan serupa juga akan digelar di wilayah yang jauh dari pusat kota, salah satunya Kecamatan Pekuncen.
Menurut Luqman, pemerataan kegiatan olahraga penting dilakukan mengingat wilayah Kabupaten Banyumas cukup luas. Masyarakat di luar Purwokerto juga perlu mendapatkan ruang dan kesempatan yang sama untuk berolahraga.
Selain senam, Pemkab Banyumas juga mengembangkan kegiatan olahraga yang mudah diikuti masyarakat melalui program olahraga antarkampung atau tarkam. Tidak hanya sepak bola dan bola voli, dalam dua tahun terakhir mulai dikembangkan Tarkam Run, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kegiatan lari.
“Kalau melihat banyaknya event running atau menjamurnya event running, ini bagian dari memasyarakatkan olahraga yang semua masyarakat bisa. Tidak perlu skill khusus untuk lari atau jalan,” ujarnya.
Luqman mengakui, salah satu tantangan dalam membangun budaya olahraga adalah mengajak masyarakat aktif di tengah kesibukan bekerja. Karena itu, pemerintah memanfaatkan ruang publik pada akhir pekan, termasuk melalui penyelenggaraan Car Free Day di sejumlah titik di Purwokerto.
Ia menilai keberadaan ruang publik tersebut dapat menjadi sarana masyarakat untuk berjalan kaki, bersepeda, senam, hingga mengikuti kegiatan lari. Pemerintah juga membuka ruang bagi komunitas untuk menyelenggarakan kegiatan olahraga di kawasan tersebut.
Momentum Haornas 2026, kata Luqman, diharapkan semakin mendorong kesadaran masyarakat bahwa olahraga tidak harus dilakukan dalam bentuk kegiatan besar. Fasilitas olahraga yang tersedia di lingkungan masing-masing dapat dimanfaatkan secara rutin.
“Silakan gunakan fasilitas yang ada dengan baik. Fasilitas itu saya yakin, kalau panjenengan mau aktifkan, gratis. Mulai dari desa-desa, saya yakin punya lapangan sepak bola, lapangan voli, dan lainnya,” katanya.
Dorongan tersebut menjadi penting di tengah masih adanya anggapan bahwa aktivitas olahraga belum menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Ketua NPCI Kabupaten Banyumas, Suwondo Geni, sebelumnya menilai sebagian masyarakat masih lebih memprioritaskan mencari nafkah dibandingkan meluangkan waktu untuk bergerak aktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....