Penyuluh Kehutanan Dorong Pengelolaan Sampah di Hulu Sungai Banyumas
- 25 Apr 2026 11:26 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Upaya menjaga kelestarian lingkungan di wilayah hulu sungai terus diperkuat melalui edukasi kepada masyarakat. Maka pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, khususnya di kawasan hutan dan daerah hulu.
Hal tersbeut ditegaskan oleh Penyuluh Kehutanan Cabdin Kehutanan Wil 6 Prov Jateng, Dua Sativaningsih. Menurutnya, peran penyuluh kehutanan tidak hanya sebatas memberikan sosialisasi, tetapi juga mendampingi masyarakat secara berkelanjutan agar mampu mengelola sampah secara mandiri, dimulai dari tingkat rumah tangga.
“Kami mendorong perubahan pola pikir masyarakat, dari yang sebelumnya membuang sampah sembarangan di sungai atau lahan, menjadi lebih peduli dengan pengelolaan sampah yang baik,” ujarnya.
Pendampingan tersebut dilakukan secara terus-menerus, bahkan setelah program pemerintah selesai dilaksanakan. Hal ini bertujuan agar kebiasaan baik dalam pengelolaan sampah dapat bertahan dalam jangka panjang.
Dalam pelaksanaannya, pengelolaan sampah di wilayah hulu juga mengacu pada sejumlah kebijakan pemerintah. Seperti halnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah yang menekankan prinsip reduce, reuse, dan recycle.
Selain itu, terdapat pula Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2017 terkait pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) yang mengharuskan kawasan hulu terbebas dari pencemaran, termasuk sampah. Tidak hanya itu, program perhutanan sosial juga menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.
Melalui skema ini, masyarakat diberi kewenangan untuk mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan, termasuk dalam hal pengelolaan sampah agar tidak merusak ekosistem. Namun demikian, tantangan di lapangan masih cukup besar.
Salah satunya adalah kebiasaan masyarakat yang belum sepenuhnya sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang benar. Selain itu, meningkatnya aktivitas pariwisata di sejumlah wilayah seperti Desa Karangsalam Lor turut memunculkan persoalan baru terkait volume sampah dari pengunjung.
“Permasalahan tidak hanya dari masyarakat lokal, tetapi juga dari aktivitas wisata yang belum sepenuhnya didukung sistem pengelolaan sampah yang baik,” katanya kembali.
Ke depannya, ia berharap adanya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pengelola wisata dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan sampah yang baik, ekosistem di kawasan hulu dapat terjaga.
Tanah menjadi lebih subur, vegetasi tumbuh optimal, serta keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna, dapat berkembang dengan lebih baik. “Harapannya, tidak ada lagi perilaku membuang sampah sembarangan sehingga lingkungan tetap lestari dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....