Biopori Galon Bekas Jadi Inovasi Penghijauan Desa Plana
- 06 Agt 2026 16:46 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 003 Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar program pembuatan biopori. Dengan memanfaatkan galon bekas sebagai media resapan, program ini dilaksanakan di Desa Plana, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas.
Program ini berawal dari hasil pengamatan selama menjalankan KKN di Desa Plana, dimana sebagian besar warga memiliki pekarangan yang dimanfaatkan untuk menanam sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), maupun tanaman pangan. Namun, pengelolaan sampah organik rumah tangga masih belum dilakukan secara maksimal sehingga sisa daun, rumput dan limbah dapur sering kali belum dimanfaatkan.
Karenanya, para mahasiswa KKN Kelompok 003 UIN Saizu berupaya mendukung pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah organik rumah tangga. Selain itu, program ini juga mendorong pemanfaatan pekarangan warga agar lebih produktif dan bernilai guna.

Koordinator Desa (Kordes) KKN UIN Saizu Kelompok 003, Bagus Muwaafiqul Aufa mengatakan bahwa program biopori dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Plana sebagai upaya memperkuat penghijauan desa sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan warga. Cara ini juga diharapkan dapat mengurangi volume sampah organik sekaligus meningkatkan kesuburan tanaman di pekarangan warga.
“Pemanfaatan galon bekas dipilih karena mudah diperoleh, murah dan dapat digunakan kembali sehingga dapat mengurangi limbah plastik. Melalui biopori, sampah organik rumah tangga dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman TOGA, sayuran, maupun tanaman pangan di pekarangan warga,”tambahnya.
Pembuatan biopori dilakukan dengan cara melubangi galon plastik dan menanamkannya ke dalam tanah sebagai pelindung lubang resapan. Selanjutnya, galon diisi dengan sampah organik, seperti daun kering, rumput, dan sisa sayuran. Untuk mempercepat proses penguraian, mahasiswa menambahkan air leri sebagai bahan fermentasi sehingga sampah organik lebih cepat berubah menjadi kompos.
Selain menghasilkan kompos, lubang biopori juga berfungsi meningkatkan daya resap air ke dalam tanah. Keberadaan biopori diharapkan mampu membantu mengurangi genangan saat hujan, menjaga kelembapan tanah, serta mendukung pertumbuhan tanaman di sekitar pekarangan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Saizu Kelompok 003 berharap masyarakat dapat terus mengembangkan pemanfaatan biopori sebagai bagian dari pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga. Dengan demikian, upaya menjaga lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas pekarangan dan ketahanan pangan keluarga. (Bagus Aufa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....