UMP Berdayakan Penyintas Bencana Sumatera lewat Agroforestri

  • 23 Apr 2026 09:38 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menunjukkan kontribusi nyatanya dalam misi kemanusiaan dengan menerjunkan 50 mahasiswa ke wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara. Selama satu bulan, tim kolaborasi dari 11 fakultas ini fokus pada program pemberdayaan masyarakat dan pemulihan lahan pertanian pasca banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Selatan, khususnya di Desa Batuhula, Kecamatan Batang Toru.

Program yang berlangsung dari 28 Januari hingga 28 Februari 2026 ini mengusung tema utama agroforestri untuk mengembalikan fungsi lahan pertanian yang rusak parah akibat terjangan banjir. Selain pemulihan fisik lahan, tim juga memberikan dukungan psikososial dan pendidikan darurat bagi para penyintas yang masih tinggal di hunian sementara (huntara).

Hal ini terungkap dalam diskusi dengan narasumber Ns. Endiyono, S.Kep., M.Kep., dalam program "Sore Ceria" di RRI Pro 2 Purwokerto, Selasa (7/4/2026). "Kami memilih topik agroforestri karena lahan pertanian di daerah tersebut rusak parah akibat banjir bandang, padahal itu adalah sumber utama penghidupan masyarakat. Kami ingin memastikan pertanian warga bisa segera pulih kembali," ujar Endiyono.

Koordinator Tim Mahasiswa, Nailul Latifah, menceritakan kondisi memprihatinkan yang ia temui langsung di lapangan, di mana penyintas masih bertahan di tenda-tenda terpal yang sempit. Meski menghadapi tantangan perbedaan budaya dan medan yang sulit, tim mahasiswa berhasil melakukan pendekatan emosional dan mengajak masyarakat untuk berdaya kembali.

"Kami tidak hanya fokus pada pertanian, tapi juga berkolaborasi menciptakan program berkelanjutan seperti Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember) bersama kelompok Aisyiyah dan pengolahan limbah kayu banjir menjadi briket sebagai inovasi UMKM lokal," jelas Nailul. Untuk mempermudah koordinasi dan komunikasi bagi penyintas di wilayah terpencil tersebut, tim UMP juga menghibahkan perangkat internet satelit Starlink.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga di huntara untuk tetap terhubung dengan sanak saudara serta mempercepat akses informasi pemulihan bencana. Aksi mahasiswa UMP ini menjadi bukti nyata peran mahasiswa sebagai agent of change yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan sosial di pelosok tanah air.

Melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian setempat, program pemulihan ini diharapkan terus berlanjut dan membawa dampak kesejahteraan jangka panjang bagi masyarakat Tapanuli Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....