Inovasi Bank Sampah Muntang, Ubah Sampah Jadi Emas

  • 22 Apr 2026 11:35 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Bank Sampah Desa Muntang terus menunjukkan perannya dalam membantu pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan nilai ekonomi warga. Sejak berdiri pada tahun 2013, Bank Sampah Desa Muntang mengalami perkembangan yang signifikan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Bank Sampah Desa Muntang, Raden Roro Hendarti. Program ini berhasil membawa Desa Muntang meraih predikat Desa Mandiri Sampah di tingkat kabupaten dan Provinsi Jawa Tengah, serta memperoleh penghargaan Program Kampung Iklim Utama tingkat nasional.

“Alhamdulillah sejak 2013 sampai sekarang kita masih terus berjalan dan semakin berkembang, bisa membawa Desa Muntang menjadi Desa Mandiri Sampah tingkat Kabupaten dan Provinsi Jawa Tengah, serta mendapat Program Kampung Iklim Utama tingkat nasional. Kita mendapat tropi dan piagam penghargaan serta uang pembinaan,” ujar Hendarti saat diwawancarai RRI Purwokerto pada Rabu (22/4/2026).

Partisipasi masyarakat dalam program ini juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Warga tidak hanya terlibat dalam pengelolaan sampah, tetapi juga merasakan manfaat langsung, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.

Dari aspek ekonomi, masyarakat dapat menabung sampah yang kemudian dikonversi menjadi nilai uang. Bahkan, melalui kerja sama dengan PT Pegadaian, tabungan sampah kini dapat diubah menjadi tabungan emas.

“Dari sisi ekonomi, mereka yang bisa menyetorkan sampah, menabung sampah, tetap mendapat nilai nominal dan sekarang kita bekerja sama dengan PT Pegadaian, ada tabungan emas. Jadi sebagian nasabah sudah menabung emas di Pegadaian, jadi sampah di sini benar-benar bisa menjadi emas,” ucap Hendarti.

Namun demikian, program ini masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait rendahnya kesadaran masyarakat dan masih adanya stigma negatif terhadap kegiatan pengelolaan sampah. Selain itu, belum adanya komitmen menyeluruh dari berbagai pihak juga menjadi hambatan dalam upaya sosialisasi.

Untuk mengatasi hal tersebut, Bank Sampah Desa Muntang terus melakukan berbagai inovasi. Di antaranya melalui program Limbah Pustaka yang menggabungkan edukasi literasi dan pengelolaan sampah, wisata edukasi, pelatihan kerajinan, hingga pengembangan aplikasi “Ciptamuri” yang mencatat transaksi sampah dan tabungan nasabah.

Selain itu, terdapat pula program “Gerobak Enzim” yang mengolah ekoenzim menjadi produk bernilai guna, serta kolaborasi program konversi sampah menjadi emas melalui aplikasi bersama Pegadaian. Di akhir wawancara, Hendarti mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi tersebut, Bank Sampah Desa Muntang diharapkan dapat terus menjadi contoh pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat. (Azra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....