El Nino Diprediksi Picu Kemarau Panjang, Sektor Pertanian Banyumas Siaga
- 22 Apr 2026 10:36 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Fenomena El Nino diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia, termasuk di Kabupaten Banyumas. Penurunan curah hujan dan peningkatan suhu udara menjadi indikator utama yang berpotensi memicu musim kemarau lebih panjang dari biasanya.
Dampak fenomena ini tidak hanya dirasakan pada perubahan cuaca, tetapi juga merambah berbagai sektor kehidupan. Mulai dari pertanian yang rentan mengalami kekeringan, menurunnya ketersediaan air bersih, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu ketahanan pangan dan aktivitas masyarakat. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Arif Sukmo Buwono, S.T.,M.M., mengatakan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu yang paling terdampak akibat fenomena tersebut.
Menurutnya, pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air, sementara El Nino menyebabkan berkurangnya hujan dalam waktu lama. Ia menambahkan, fenomena yang kerap disebut sebagai “El Nino Godzilla” ini telah diprediksi secara global dan berpotensi menyebabkan penurunan produksi pangan nasional.
“Pertanian itu membutuhkan air dalam jumlah cukup. Sementara El Nino memungkinkan tidak turunnya hujan dalam periode panjang, sehingga berpotensi mengganggu produksi,” ujar Arief dalam Dialog Kenthongan PRO 1 RRI Purwokerto, Selasa (21/04/26).
Arief menjelaskan, gejala El Nino sebenarnya sudah mulai terasa melalui kondisi cuaca yang tidak menentu. Namun, puncak dampaknya diperkirakan terjadi pada Juli hingga September, dengan kemungkinan mundurnya musim hujan hingga November.
Komoditas padi disebut sebagai tanaman yang paling rentan terdampak, khususnya pada fase vegetatif yang membutuhkan banyak air. Oleh karena itu, petani disarankan mulai mengombinasikan dengan tanaman lain yang lebih tahan terhadap kekeringan seperti jagung dan kedelai.
“Perlu ada penyesuaian pola tanam, tidak hanya padi, tetapi juga tanaman lain yang lebih adaptif terhadap musim kering,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....