PKK Banyumas Ajak Perempuan Bertransformasi di Hari Kartini

  • 22 Apr 2026 08:52 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas menegaskan bahwa Hari Kartini harus dimaknai sebagai momentum transformasi perempuan dari peran domestik menuju aksi nyata yang mandiri dan berpendidikan. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris TP PKK Banyumas, Nuning Widiastuti, dalam dialog Purwokerto Menyapa bersama RRI Purwokerto pada Selasa, (21/4/2026).

Menurut Nuning, semangat perjuangan emansipasi R.A. Kartini menjadi inspirasi bagi perempuan masa kini untuk terus berkontribusi aktif dan berdaya. Ia menegaskan bahwa peran perempuan, khususnya di tingkat keluarga, sangat strategis sebagai pondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup.

“PKK menekankan bahwa perempuan berdaya adalah pondasi keluarga yang berperan dalam mendidik anak, menjaga kesehatan, dan mengatur ekonomi. PKK memotivasi ibu rumah tangga agar percaya diri dan menyadari bahwa peran mereka dalam keluarga juga merupakan karya besar bukan hanya konco wingking gitu,” ujarnya.

Di tingkat masyarakat atau dalam hal ini sosial dan ekonomi, pemberdayaan perempuan dilakukan melalui edukasi dan pelatihan. Nuning menjelaskan bahwa PKK memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk memberikan pemahaman terkait kesehatan, pencegahan stunting, kesadaran hukum, hingga isu kesetaraan gender.

Lebih lanjut, Nuning menyampaikan PKK telah secara konsisten menjalankan 10 Program Pokok PKK sebagai upaya pemberdayaan perempuan. Program tersebut mencakup pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi melalui UMKM dan koperasi, serta edukasi kesehatan keluarga melalui Posyandu.

“Melalui pemberdayaan ekonomi pelatihan keterampilan usaha, pembentukan kelompok usaha bersama dan pelatihan manajemen koperasi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya.

Selain itu, peringatan Hari Kartini juga menjadi wadah ekspresi diri bagi perempuan, seperti melalui kegiatan lomba fashion show kebaya dan busana adat. Kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri serta memperkuat identitas budaya perempuan Indonesia.

Terakhir, Nuning berharap peringatan Hari Kartini ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong perempuan untuk berdaya serta aktif di ranah pengambilan keputusan demi kesetaraan dan kemajuan bangsa.

"harapan kami perempuan Indonesia dapat memaknai Kartini untuk bertransformasi dari sekedar perayaan seremonial menjadi aksi nyata untuk berdaya,” tutup Nuning.(Manda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....