Tak Sekadar Pramuka, STB Banyumas Cetak Relawan Muda Siaga Bencana
- 21 Apr 2026 13:35 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Upaya peningkatan kesadaran dan keterampilan mitigasi bencana di kalangan generasi muda terus digencarkan melalui kegiatan Pramuka Saka Tangguh Bencana (STB). Program ini dinilai penting sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja, seperti banjir dan gempa bumi.
Pelatihan yang diberikan bukan berarti mengharapkan terjadinya bencana, melainkan sebagai bentuk kesiapsiagaan. Dalam kegiatan STB, para peserta dibekali berbagai keterampilan dasar penanganan bencana.
Pelatihan tersebut di antaranya pelatihan dapur umum, water rescue, vertical rescue, hingga jungle rescue. Selain itu, peserta juga dilibatkan dalam kegiatan lapangan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), seperti membantu di dapur umum hingga menjadi relawan di lokasi terdampak bencana.
Pamong STB, Supriadi , A.MD., menjelaskan, dalam setiap penugasan di lapangan, anggota terlebih dahulu diberikan briefing. Pembagian tugas pun disesuaikan, di mana anggota perempuan biasanya ditempatkan di dapur umum, sedangkan anggota laki-laki membantu di lapangan dengan tugas yang tidak terlalu berat.
Selain pelatihan teknis, masyarakat juga diimbau untuk memiliki kesiapan dasar menghadapi bencana, salah satunya dengan menyiapkan tas siaga bencana. Tas tersebut berisi kebutuhan penting seperti obat-obatan, dokumen berharga, pakaian, dan makanan darurat yang dapat langsung dibawa saat kondisi darurat.
“Yang paling utama adalah menyelamatkan jiwa, bukan barang. Kesadaran ini yang harus dibangun,” tegas Supriadi, dalam Sore Ceria Pro 2 RRI Purwokerto, Senin (20/04/2026).
BPBD juga menyediakan layanan call center 24 jam bagi masyarakat untuk melaporkan kejadian bencana. Laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti, baik oleh tim BPBD maupun relawan terdekat di lokasi.
Ke depannya, sosialisasi mitigasi bencana tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga masyarakat luas melalui forum penanggulangan bencana di tingkat desa dan kecamatan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya kesiapsiagaan bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....