Ratusan Anak di Cindaga Diajak Mengenal Kembali Permainan Tradisional

  • 18 Sep 2026 15:53 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas — Doland Festival mendorong anak-anak kembali mengenal permainan tradisional di tengah meningkatnya penggunaan gadget. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana anak-anak bersosialisasi dan bermain bersama teman sebaya.

Pengurus Forum Anak Jawa Tengah, Ahmad Aulia Alfaqih, mengatakan permainan tradisional dipilih untuk menghidupkan kembali budaya bermain anak. Kegiatan tersebut merupakan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan Ahmad saat pelaksanaan Dolan Festival di Desa Cindaga, Kabupaten Banyumas. Kegiatan tersebut mengenalkan berbagai permainan tradisional kepada anak-anak yang mengikuti festival.

Ahmad menjelaskan permainan tradisional dapat menjadi alternatif kegiatan bagi anak-anak selain bermain gadget. Anak-anak juga dapat belajar bekerja sama dan membangun kekompakan melalui permainan bersama.

“Harapannya untuk anak-anak itu enggak hanya sekadar bermain di rumah, bermain gadget,” ujar Ahmad.

Menurutnya, anak-anak juga perlu bersosialisasi dan mengenal permainan tradisional bersama teman sebaya. Berbagai permainan tradisional dikenalkan dalam kegiatan tersebut. Permainan yang tersedia di antaranya ular tangga, congklak, lompat tali, dan egrang.

Sukarelawan Forum Anak Banyumas, Fairuz Alya Santoro, mengatakan permainan tradisional merupakan warisan budaya yang perlu dilestarikan. Pengenalan tersebut penting agar permainan tradisional tidak tenggelam di tengah perkembangan teknologi.

“Supaya permainan tradisionalnya itu dilestarikan, jadi tidak dilupakan atau tenggelam di era globalisasi,” kata Fairuz. Ia menambahkan permainan tradisional juga dapat mengurangi waktu anak menggunakan gadget.

Fairuz mengatakan permainan tradisional dapat membantu anak-anak belajar bersosialisasi dengan teman-temannya. Selain itu, permainan tersebut dapat melatih kemampuan berpikir dan aktivitas fisik anak.

Sementara itu, Kepala Desa Cindaga, Sukirah, menyambut positif pelaksanaan Doland Festival di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi anak-anak di Desa Cindaga.

Sukirah mengatakan permainan tradisional dapat menumbuhkan kerja sama dan sikap saling menghargai pada anak. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu cara mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget.

“Yang paling utama menumbuhkan anak-anak rasa kerja sama, terus saling menghargai,” ujar Sukirah. Pemerintah desa juga berencana melanjutkan kegiatan serupa bersama kader Posyandu dan PKK.

Sukirah berharap permainan tradisional dapat terus dikenalkan kepada anak-anak di lingkungan sekitar. Ia juga berharap peserta mengajak teman lainnya untuk memainkan permainan tradisional bersama. (Nurul Saputri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....