Bawaslu Banyumas Soroti Ancaman Misinformasi di Ruang Digital

  • 17 Sep 2026 23:14 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas — Masyarakat dinilai dapat ikut mengawasi pelaksanaan demokrasi melalui ruang digital. Namun, informasi yang beredar perlu dicermati agar tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.

Bawaslu Banyumas menyoroti adanya misinformasi, disinformasi, dan malinformasi yang dapat memengaruhi pemahaman masyarakat. Ketiga jenis informasi tersebut perlu menjadi perhatian bersama di tengah perkembangan ruang digital.

Hal tersebut disampaikan Yon Daryono dalam kegiatan Peningkatan Kualitas Pengawasan Peraturan Daerah (PKPP) melalui Forum Group Discussion (FGD) bertema “Demokrasi di Era Digital” di Aula Kantor Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui kerja sama dengan Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah, Bambang Haryanto Bachrudin (BHB), dan diikuti kalangan jurnalis serta insan pers.

Bawaslu Banyumas, Yon Daryono, menjelaskan misinformasi merupakan penyebaran data yang salah tanpa adanya kesengajaan dari penyebarnya. Kondisi tersebut berbeda dengan disinformasi yang dilakukan secara sengaja untuk menyebarkan informasi berdasarkan data yang salah.

“Yang pertama adalah misinformasi, misinformasi itu terkait dengan data yang salah, tetapi orang tersebut tidak punya pretensi apa pun ketika menyebarkannya,” ujar Yon.

Menurut Yon, disinformasi dilakukan dengan kesengajaan agar informasi yang salah dapat diterima masyarakat. Ia menyebut penyebaran informasi tersebut dapat berkaitan dengan agenda tertentu dari pihak-pihak tertentu.

Sementara itu, malinformasi juga berkaitan dengan penyampaian informasi yang salah secara sengaja. Menurutnya, penyebaran tersebut dapat dilakukan untuk memperoleh keuntungan tertentu, baik politik maupun ekonomi.

Yon mengatakan ketiga persoalan tersebut menjadi tantangan bagi masyarakat yang aktif menggunakan ruang digital. Karena itu, masyarakat perlu lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Ia menilai media memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh informasi yang kredibel. Hal tersebut didukung keberadaan wartawan dari berbagai platform media di Kabupaten Banyumas.

“Kebetulan yang hadir teman-teman wartawan di Kabupaten Banyumas dari segala platform,” katanya. Platform tersebut meliputi radio, portal online, media cetak, dan televisi.

Yon berharap wartawan dapat menjadi salah satu penjuru informasi bagi masyarakat. Menurutnya, media memiliki peran dalam membantu memastikan informasi yang diterima publik tetap kredibel.

“Harapan kita mereka bisa menjadi salah satu penjuru informasi agar informasi yang kredibel bisa diterima oleh masyarakat,” katanya. (Nurul Saputri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....