Dinamika Relokasi Pedagang di Kawasan Eks Moro Purwokerto
- 08 Apr 2026 10:51 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Pasca penutupan pusat perbelanjaan Moro, para pedagang kaki lima yang telah berjualan puluhan tahun di kawasan tersebut akhirnya resmi direlokasi. Hal ini menyusul rencana pengalihan fungsi gedung oleh pihak manajemen baru.
Meski sempat ditawari perpindahan ke sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Situmpur, mayoritas pedagang lebih memilih jalur kompensasi uang tunai dan secara mandiri mencari lokasi berjualan baru demi menjaga keberlangsungan usaha serta kedekatan dengan pelanggan setia.
Sri, seorang pedagang gorengan di kawasan eks Moro sejak tahun 1996, mengatakan bahwa relokasi ini terjadi karena kawasan tersebut kini telah resmi dibeli oleh pihak retail (Rita Group) dan sedang dalam tahap alih fungsi gedung. Setelah melalui perundingan antara pihak pedagang dengan tim kurator serta kuasa hukum, tercapai kesepakatan bersama mengenai pengosongan lahan secara sukarela.
“Iya, semua pedagang dipanggil untuk berkumpul di Moro. Ada tim kurator dan pengacara juga. Kami diminta bersih (kosongkan lokasi) terakhir tanggal 25 habis lebaran kemarin,” ujarnya saat diwawancarai oleh RRI Purwokerto pada Selasa (7/4/2026).
Sri Menambahkan, meskipun tawaran relokasi ke Pasar Situmpur ditolak karena dinilai kurang strategis bagi usaha kuliner mereka. Namun, mayoritas pedagang menerima kebijakan tersebut dengan lapang dada.
Dengan bekal kompensasi yang diterima, para pedagang memutuskan untuk mencari lokasi pengganti masing-masing. Meski mengalami penurunan omzet yang signifikan, mereka tetap optimis keadaan akan pulih seiring dengan rencana pembukaan alih fungsi gedung tersebut.
"Otomatis berpengaruh. Penjualan berkurang karena pelanggan belum semuanya tahu. Tapi ya pelan-pelan kami kasih tahu kalau lewat, sekarang sudah mulai pada mengerti. Cuma ya suasananya masih sepi karena gedung Moro-nya belum buka," katanya.
Terakhir, Sri berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan nasib pedagang kaki lima melalui penyediaan lahan berjualan yang strategis. Baginya, kepastian lokasi usaha sangat krusial agar para pedagang tetap mampu menyambung hidup dan menafkahi keluarga.
“Harapannya ya kalau bisa disediakan tempat yang layak. Apalagi pedagang di sini kan usianya sudah pada lanjut, sudah semakin tua. Sebenarnya kalau lahan kosong di tengah kota seperti ini boleh digunakan untuk pusat kuliner, pasti bakal ramai sekali," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....