PPNI Banyumas Dorong Peningkatan Kompetensi Perawat lewat Pelatihan Berkelanju

  • 07 Apr 2026 09:11 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Banyumas terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) perawat melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan. Pelatihan ini dinilai penting untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan di era modern yang semakin kompleks.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan PPNI Kabupaten Banyumas, Dr. Iwan Purnawan M.Kep, Ns. Ia menjelaskan bahwa perawat saat ini tidak hanya dituntut memiliki keterampilan klinis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan adaptif terhadap perkembangan informasi.

“Di era modern ini, perawat harus lebih terbuka terhadap berbagai informasi, mampu memilah, dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, PPNI Banyumas telah menyelenggarakan berbagai pelatihan, baik di tingkat kabupaten maupun di masing-masing komisariat fasilitas kesehatan. Pelatihan yang diberikan mencakup kompetensi dasar seperti Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS), pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), serta patient safety.

Selain itu, pelatihan juga difokuskan pada bidang spesifik sesuai unit kerja perawat, seperti intensive care unit (ICU), hemodialisa, hingga ruang bedah. Tidak hanya keterampilan teknis, perawat juga dibekali kemampuan akademik seperti penyusunan proposal penelitian dan penulisan artikel ilmiah untuk publikasi jurnal.

Namun demikian, pelaksanaan pelatihan tidak lepas dari tantangan. Salah satu kendala utama adalah padatnya jadwal kerja perawat dengan sistem shift, sehingga waktu untuk mengikuti pelatihan menjadi terbatas.

Selain itu, perbedaan tingkat kemampuan antar perawat juga menjadi perhatian tersendiri. Meski begitu, perkembangan teknologi dinilai membantu mengatasi kendala tersebut.

Saat ini, telah tersedia sistem manajemen pelatihan terpusat yang memungkinkan perawat mengikuti pelatihan secara fleksibel, termasuk program yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan. Iwan juga menekankan pentingnya sertifikasi dan pendidikan berkelanjutan bagi perawat.

Menurutnya, hal tersebut berkaitan langsung dengan legalitas praktik dan kepercayaan masyarakat terhadap profesi perawat. “Sertifikasi memberikan jaminan bahwa pelayanan yang diberikan sudah sesuai standar. Ini juga berdampak pada peningkatan mutu layanan kesehatan secara keseluruhan,” katanya.

Tidak hanya itu, peningkatan kompetensi juga berpengaruh terhadap jenjang karier dan kesejahteraan perawat, seiring dengan bertambahnya keterampilan yang dimiliki. Kedepannya, PPNI Banyumas berharap semakin banyak pelatihan yang dapat diakses oleh perawat dengan biaya terjangkau dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Dengan demikian, pelatihan tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tidak hanya itu, peningkatan kompetensi juga berpengaruh terhadap jenjang karier dan kesejahteraan perawat, seiring dengan bertambahnya keterampilan yang dimiliki.

Ke depan, PPNI Banyumas berharap semakin banyak pelatihan yang dapat diakses oleh perawat dengan biaya terjangkau dan sesuai kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....