Dedikasi pada Pendidikan STEM Bawa Pengawas SMP Purbalingga ke Kancah Internasio

  • 06 Apr 2026 14:15 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh insan pendidikan Kabupaten Purbalingga. Bangun Pracoyo, seorang Pengawas SMP pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, berhasil terpilih menjadi peserta dalam ajang bergengsi tingkat internasional, STEM Leadership for Change Program in Indonesia.

Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara SEAMEO (Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Michigan State University, dan Chevron.

Bangun Pracoyo, Pengawas SMP Dindikbud Purbalingga mengatakan, sebelum menembus ajang internasional ini, ia telah melalui rekam jejak panjang yang membuktikan kualitas dan dedikasinya di dunia pendidikan.Ia merinci pernah menjadi Juara Nasional Lomba Karya Tulis Ilmiah pada tahun 2017 dan menjuarai kompetisi Best Practice pada tahun 2018.

"Selanjutnya, sebagai juara Pengawas Berprestasi dan Berdedikasi tingkat Kabupaten pada 2019, serta Juara 3 Pengawas Berprestasi dan Berdedikasi tingkat Nasional,"

Tidak hanya itu, saat mengikuti Diklat Program Prioritas Kemendikdasmen di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah.Ia berhasil menjadi peserta terbaik dan mendapat apresiasi serta cenderamata secara langsung dari Menteri Pendidikan.

Sebagai seorang pengawas, Bangun mengakui memiliki fokus utama dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah binaannya. Ia mendorong agar pembelajaran tidak lagi berpusat pada hafalan semata yakni melalui pendekatan STEM, yaitu Science, Technology, Engineering, and Mathematic.

"Siswa tidak hanya sekadar hafal, tetapi memahami ilmu dan mempraktikkannya sehingga punya daya nalar tinggi dan kompetensi berpikir kritis. Hal ini dilakukan dengan pendekatan STEM, yaitu Science, Technology, Engineering, and Mathematics," ungkap Bangun.

Melalui pembelajaran berbasis STEM ini, anak-anak dibiasakan untuk mengerjakan proyek yang memadukan berbagai mata pelajaran. Penyatuan konsep dari berbagai disiplin ilmu inilah yang diyakini mampu membentuk nalar dan kemampuan berpikir kritis siswa secara komprehensif.

Konsistensinya dalam memberikan pelatihan STEM di berbagai sekolah mendapatkan pantauan langsung dari pihak Kemendikdasmen. Berkat monitoring tersebut, ia mendapatkan kesempatan emas untuk mengikuti seleksi STEM Leadership for Change Program in Indonesia.

Bangun menceritakan Proses seleksi berlangsung ketat melalui beberapa tahapan.Ia mengakui harus melewati seleksi kompetensi secara daring (online) dan dilanjutkan dengan tahap presentasi secara langsung.

"Dalam presentasinya, saya memaparkan gagasan inovatif tentang bagaimana membudayakan STEM di lingkungan sekolah dari sudut pandang dan peran seorang pengawas," imbuhnya.

"Rencananya, pada akhir bulan April ini, saya akan diberangkatkan untuk mengikuti Training of Trainer (ToT) di Bangkok, Thailand," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....