Dianjurkan, Jemaah Haji Purbalingga Diimbau Vaksin Influenza Secara Mandiri
- 06 Apr 2026 13:56 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, PURBALINGGA – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Kabupaten Purbalingga mengimbau kepada calon jemaah haji asal Purbalingga untuk melakukan vaksinasi influenza sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Meskipun status vaksin ini tidak wajib, namun sangat disarankan demi menjaga kesehatan selama beribadah.Pemegang Program Haji DinkesPPKB Purbalingga, Rohayani, menjelaskan bahwa kesadaran akan pentingnya vaksin ini sangat tinggi di Purbalingga, mengingat tingkat penyebaran virus influenza di Arab Saudi tergolong tinggi karena berkumpulnya jutaan manusia dari berbagai belahan dunia.
"Vaksin influenza ini sifatnya memang tidak wajib, namun sangat disarankan. Kita (Dinkes) sangat sadar karena di sana penyebarannya tinggi," ujar Rohayani.
Terkait pelaksanaan, Rohayani menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Purbalingga tidak memfasilitasi vaksinasi influenza ini.Hal ini dikarenakan pelayanan vaksinasi influenza tidak bisa dilakukan di Puskesmas karena belum adanya Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tarif resminya.
"Karena kita tidak di Puskesmas, tidak ada Perda. Takut kan kalau tidak ada tarif resmi karena harus disetujui DPRD," terangnya.
Oleh karena itu, DinkesPPKB Purbalingga menjalin kerja sama dengan pihak swasta, termasuk klinik-klinik dan beberapa rumah sakit untuk melayani jemaah yang ingin melakukan vaksinasi secara mandiri.Pihaknya juga memastikan fasilitas kesehatan yang ditunjuk mampu menerbitkan International Certificate of Vaccination (ICV) atau bukti sah vaksinasi.
"Kita mengepakkan sayap, bekerja sama dengan beberapa rumah sakit yang menerbitkan ICV. Vaksin ini masa berlakunya satu tahun, jadi kalau sudah ada sekarang berhaji, beberapa bulan depan mungkin akan Umroh, ICV-nya masih berlaku," tambah Rohayani.
"Berkaca pada tahun lalu ada tim medis yang melakukan sistem "jemput bola" dengan mendatangi langsung jemaah haji, ada pula Puskesmas yang membantu mengumpulkan jemaah dalam jumlah tertentu lalu dibawa bersama-sama ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit yang ditunjuk," jelasnya.
Rohayani juga menceritakan pengalamannya saat bertugas menyertai jemaah haji pada tahun 2024."Saya alami sendiri yang 2024 saya berangkat bertugas. Saya melihat jemaah yang divaksin influenza dan yang tidak vaksin memang beda," ungkapnya.
Menurut pengamatannya, jemaah yang tidak divaksin cenderung mengalami gejala influenza yang berat, seperti pilek, demam tinggi, hingga nyeri otot. Sementara jemaah yang sudah divaksin, jika terpapar, keluhannya jauh lebih ringan.
"Yang divaksin, kita alami influenza tapi tidak demam, tidak nyeri otot. Jadi keluhan yang muncul saat terpapar virus influenza jauh lebih ringan bagi yang divaksin daripada yang tidak," pungkas Rohayani.
Rohayani menambahkan estimasi biaya untuk satu kali injeksi vaksin influenza berkaca pada tahun 2025 diperkirakan kurang lebih sebesar Rp250.000.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....