Jelang Lebaran, Harga Cabai Rawit Merah di Banyumas Sentuh Rp130.000 per Kg

  • 17 Mar 2026 22:02 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Menjelang Lebaran 2026, harga cabai rawit merah di Kabupaten Banyumas melonjak hingga Rp130.000 per kilogram, atau naik sekitar Rp40.000 dibanding sebelumnya. Kenaikan tersebut diketahui saat Bupati Banyumas melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di Pasar Manis Purwokerto, Selasa (17/3/2026).

Sadewo mengaku cukup terkejut dengan lonjakan harga cabai rawit merah yang terjadi dalam waktu singkat. Sebab, sehari sebelumnya, harga komoditas tersebut masih berada di kisaran Rp90.000 per kilogram.

“Saya agak kaget. Cabai rawit merah hari ini mencapai Rp130.000 per kilogram, padahal kemarin masih Rp90.000,” kata Sadewo usai melakukan pemantauan.

Sadewo mengatakan, hasil diskusi dengan pihak Bulog, kepolisian, dan kejaksaan menunjukkan bahwa intervensi terhadap harga cabai, termasuk melalui subsidi, tidak mudah dilakukan. Mekanisme pasar yang sangat dinamis serta keberatan dari para pengepul menjadi salah satu kendala.

Ia menambahkan, harga cabai memang sulit dikendalikan karena bersifat fluktuatif dan sangat bergantung pada kondisi pasokan harian. Berbeda dengan komoditas seperti beras atau gula yang relatif lebih memungkinkan diintervensi pemerintah.

“Para pengepul di sini juga tidak mau diintervensi karena naik turunnya (harga cabai) sangat fluktuatif. Fluktiasinya harian, bahkan kata pengepul besok bisa turun lagi harganya,” ucap Sadewo.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Gatot Eko Purwadi menyampaikan, kenaikan harga cabai rawit merah terjadi cukup drastis dalam waktu singkat.

Menurutnya, kenaikan harga cabai kemungkinan dipicu meningkatnya permintaan menjelang Lebaran. Meski demikian, pasokan dari sejumlah daerah sentra produksi seperti Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, dan Magelang masih terpantau lancar.

“Hari ini di tingkat pedagang besar sudah Rp130.000, kemarin Rp90.000. Saya tidak bisa membayangkan yang beli per ons atau eceran bisa berapa. Kalau suplai sebenarnya tidak ada kendala, tetapi karena permintaan meningkat, harga jadi lebih fluktuatif,” ujar Gatot.

Selain cabai, menurut Gatot, sejumlah komoditas lain juga mengalami kenaikan harga. Daging sapi di Pasar Manis naik sekitar Rp20.000 per kilogram, dari kisaran Rp150.000 menjadi Rp170.000 per kilogram.

Harga telur ayam ras juga naik sekitar Rp1.000-2.000 per kilogram, dari harga acuan Rp27.000 per kilogram. Sementara ayam ras mengalami kenaikan sekitar Rp4.000-5.000 per kilogram dari harga acuan penjualan ke konsumen sebesar Rp40.000 per kilogram.

Untuk minyak goreng curah, Gatot mengatakan, harga komoditas tersebut sudah mulai naik sejak awal Ramadan dan hingga kini masih berada di kisaran Rp22.000 hingga Rp23.000 per liter.

Salah satu pedagang di Pasar Manis, Anjar, menilai bahwa lonjakan harga cabai rawit merah kemungkinan berkaitan dengan momen menjelang Lebaran. Namun, kenaikan tersebut tidak begitu memengaruhi minat konsumen dalam membeli cabai.

“Hari ini kenaikan tertinggi harga cabai rawit merah, tetapi konsumen tetap membeli karena kebutuhan,” ucap Anjar.

Sementara itu, salah seorang warga, Atik, mengaku tidak mempermasalahkan kenaikan harga cabai rawit merah, meski ecerannya mencapai Rp15.000 per ons. Dia tetap membeli komoditas tersebut karena kebutuhan.

“Karena butuh, berapa pun harganya saya tetap membeli. Ini saya beli bumbu dapur buat dibawa mudik ke Sumedang,” tutur Atik. (FR).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....